<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060</id><updated>2011-07-30T21:42:38.930+04:00</updated><title type='text'>WeLcOmE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-8429899925618696683</id><published>2010-10-09T06:37:00.001+04:00</published><updated>2010-10-09T06:43:26.916+04:00</updated><title type='text'>Masa Peralihan</title><content type='html'>Tiga belas tahun, ya selama tiga belas tahun saya keluar dari rumah dan desa ini. Mungkin hanya sesekali saja saya mudik, itupun ketika liburan dan dalam momen2  tahunan tertentu. Awal perjalanan setalah lulus SD (Sekolah Dasar) di mulai dari “Asrama Sekolah” di SLTP Muhammadiyah 1 Pamekasan. Tiga tahun tinggal di sana, walaupun dekat, tapi aturan dan kegiatan asrama tak memperbolehkan saya lantas bebas pulang tiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di asrama, saya diarahkan untuk menjadi kader Muhammadiyah yang baik dengan segala kegiatannya. dari situ juga saya merasakan masa peralihan, dari anak desa menjadi anak kota, dari masa permainan ke hal yang sedikit lebih serius, dari masa bersama family ke kesendirian yang terkadang terselimut kerinduan pada keluarga, tak heran jika saya sering menangis pada masa-masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, persinggahan kedua adalah PP AL-AMIEN PRENDUAN.  Pada masa ini sangat berat sekali. Bahkan saya sempat membenci almarhum bapak karena beliau selalu memaksa saya untuk mondok. Oh…mengingat itu (maafkan ibnu bapak). “Kamu Mati di Pondok ini saya ikhlas cong, tak ada pilihan lain buat kamu selain mondok” ucap bapak ketika saya hamper tiap hari menelpon untuk mengadu sama ibu karena tidak kerasan. Saya mondok lima tahun dengan pengabdian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pondok ini, saya diarahkan untuk menjadi muslim yang baik, muslim yang toleran, muslim lintas mazhab, muslim yang menekankan islam sebagai rahmatan lil alamin, muslim yang tidak gaptek dan kuper, muslim yang modern. Awal pertama, saya mengalami masa transisi itu, dari pergaulan lingkup kecil menjadi lebih luas, dari semi disiplin menjadi high disiplin dengan pengawasan dari peraturan dan ketatnya pengawasan dari pengurus pondok, dari banyak ketidak tahuan diri menjadi tahu diri, sesekali saya menjadi idealis. Tapi yang terpenting di sini, saya lebih tahu arti hidup di sini, di pondok ini, baik dengan membaca atau mendengar tausiah dari kiai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangga hidup selanjutnya adalah Cairo Mesir, Al-Azhar University. Tahap ini saya anggap sebagai tahap pematangan. Sebaliknya, tidak ada kesedihan apapun ketika saya mau kuliah ke kairo. Saya merasakan nikmatnya merantau, saya merasakan apa yang saya benci dulu “mondok” dalam artian belajar hidup, belajar mandiri. Apalagi ini luar negeri…hu…senang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kuliah berjalan dengan mulus dan bisa lulus tepat waktu. banyak pengalaman menarik di mesir, pengalaman bersosialisasi dengan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara, pengalaman akademik dan ritual,  seperti bagaimana saya pernah kena tipu tiket laga Ahly Vs Barcelona oleh teman sendiri orang mesir, bagaimana berinteraksi dengan teman-teman dari kulit benua hitam (afrika), ada juga sedikit pengalaman cinta di sana, tapi selalu kandas..hehehe. semua itu membuat saya merasa lebih matang menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loncatan selanjutnya adalah Abu Dhabi. Beberapa bulan setelah wisuda di Cairo, saya berangkat menuju Abu Dhabi, bukan melanjutkan kuliah, tapi untuk bekerja.  Pekerjaannya sebagai staff office di sebuah CV real estate di Abu Dhabi. Kesan pertama, saya bertemu dengan seorang wanita lebanon yang sangat ambisius sekali, perawan tua, temperamental, perokok berat. Salah satu pesan dia ke saya “ibnu,jangan kau mempercayai orang seratus persen sisakan sepuluh persen untuk tidak mempercayainya.” Hu…dia biasa kita panggil miss Claire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali pindah kantor dan selama satu tahun setengah saya bekerja di UAE. Kantor kedua di typing service, melayani pembuatan visa dan pelbagai kartu izin bekerja di UAE dengan bos utama dari Seorang yang baik bernama Abu Fahad. Loncatan hidup ini membawaku menemukan sesuatu hal yang baru, dunia baru yaitu dunia kerja. Dunia yang terkadang tidak menghiraukan perasaan dan kemanusiaan, yang ada hanya untung dan rugi. Kau menguntungkan menjadi teman, kau merugikan tak ada hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia baru ini, saya mengalami beberapa perubahan, bisa dibilang 180 derajat berubah. Dari sebelumnya meminta uang, kini bisa saya dapat sendiri, dari sebelumnya dikirim uang kini mengirim uang, dari semula irit menjadi sedikit longgar, dari semula jarang lebih uang, ketika itu uang di tangan, uang tiap hari ada, bisa dibilang kehidupan bertolak belakang dari kehidupan ketika menjadi mahasiswa  di mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang kampong, sejak awal bulan ramadhan saya back to kampong.kepulangan ini karena Desakan keluarga terutama ibu untuk segera pulang. Awalnya saya santai menanggapi desakan ini, tapi dalam perjalanan pulang dari bandara menuju rumah saya baru tahu sekaligus terkejut bahwa saya sudah di plot sama ibu agar tidak kembali, jangan merantau lagi ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bulan puasa, saya bingung dengan beberapa permasalahan, yang paling tidak nyaman ketika memikirkan kontrak professional yang belum selesai di UAE. Kontrak yang seharusnya saya harus tepati, tapi bagaimanapun setelah saya pertimbangkan, saya lebih memilih ibu ketimbang kontrak itu apapun resikonya, seperti ban (hukuman,larangan tidak boleh masuk UAE lagi selama beberapa tahun) dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lainnya, berkaitan dengan perobahan gaya hidup. Dulu ketika di UAE, pemasukan dan pengeluaran berimbang bahkan lebih, kini di kampong ini pengeluaranlah yang dominan. Dulu, kebutuhan apapun dapat dengan mudah saya beli, tapi kini, saya harus mengirit, saya harus menghemat. Maka saya harus lebih bijak dalam menghadapi masa pancaroba itu semua.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya akan menetap di kampong ini, untuk kegiatan sementar menjadi petani tomat, bersama keluarga dengan senang, dengan gembira. Ibu selalu bilang “Dinah cong makeh ngakan gengan maronggi kor apol-kompol sakeluarga”–biarlah cong, walaupun makan sayur maronggi (sayur gratis di madura)di sini, tapi kita selalu berkumpul sekeluarga itu sudah nikmat-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-8429899925618696683?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/8429899925618696683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=8429899925618696683' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8429899925618696683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8429899925618696683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/10/masa-peralihan.html' title='Masa Peralihan'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-7023114234094623905</id><published>2010-10-07T05:23:00.001+04:00</published><updated>2010-10-07T05:25:52.688+04:00</updated><title type='text'>Berbeda</title><content type='html'>Perbedaan adalah rahmat, demikian teks agama islam mengomentari tentang perbedaan. Perbedaan adalah sunnatullah, tidak menghargai perbedaan berarti kita menentang sunnatullah. Dalam perlbagai demensi kehidupan kita akan berhadapan dengan perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan dalam lingkup yang kecil, seperti  di dalam keluarga. Sejak awal perkawinan suami istri sudah dianjurkan untuk saling melengkapi, menghargai, serta menoleransi sisi perbedaan ataupun kelebihan dan kekurangan di antara mereka, sehingga menjadi kesatuan yang menguatkan posisi sebagai keluarga yang siap menghadapi permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika mereka sudah mempunyai keturunan, diantara buah hati tentu akan ada perbedaan baik dari tingkah laku, fisik serta kecerdasan anak. Disitulah tantangan keluarga untuk melatih anak-anak dalam perbedaan dengan didasari kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan juga adalah sunnatullah. Aha…andai saja semua hal di bumi ini sama, betapa cepatnya dunia akan hancur, karena masing-masing orang akan mempunyai kehendak dan kemauan yang sama. Maka benar-benar dengan perbedaan itu, manusia antara satu dan lainnya saling menguatkan, saling melengkapi untuk membangun peradaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada air, ada semen, ada batu bata. Masing-masing mempunyai kekuatan untuk memperkokoh rumah. Bagaimana kalau semuanya semen?, bagaimana kalau semuanya bata?rumah tidak akan tersusun kuat, dan dalam waktu pendek akan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan tentunya tidak selamanya manis dan positif. Misalnya, perbedaan yang sudah melapaui batas norma masyarakat dan norma agama. Contohnya perampok, mereka berbeda secara profesi, akan tetapi pahit bagi masyarakat, dan menimbulkan efek negatif bagi Negara. Di sinilah perbedaan tidak diperlukan, karena terasa pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dalam komitmen dalam sebuah Negara, keluarga atau sebuah organisasi. Negara ini dibangun oleh sebuah kesatuan komitmen. Contohnya, antek penjajah. Sumpah pemuda adalah sebuah komitmen dari banyak kalangan pemuda untuk menyatukan bangsa. Naifnya, masihlah ada pemuda yang berbeda dalam berpikir dan berkomitmen, mereka lebih mementingkan uang dari penjajah ketimbang komitmen membangun bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini, sering terjadi juga pada keluarga dan organisasi yang kita ikuti. Mungkin karena sifat iri dan dengki dari salah satu keluarga, kemudian menghasut, menfitnah, sehingga komitmen membangun sebuah organisasi atau keluarga hancur, tentunya karena penghianatan komitmen tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa berlatih untuk berbeda dengan dasar kasih saying dan menempatkan perbedaan pada porsinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-7023114234094623905?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/7023114234094623905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=7023114234094623905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/7023114234094623905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/7023114234094623905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/10/berbeda.html' title='Berbeda'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-6051023227061460687</id><published>2010-10-02T12:56:00.002+04:00</published><updated>2010-10-07T04:19:31.492+04:00</updated><title type='text'>Seandainya</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CLink%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CLink%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CLink%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Andai-andai pertama adalah Syeikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum menjadi Presiden dari negeri ini, atau paling tidak menjadi gubernur Madura, kalau seandainya Madura menjadi provensi. Tidak terbayang moderenitas yang akan beliau bangun, mungkin akan menjadi megah melebihi dubai atau Negara-negara arab teluk sekarang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bukti nyata dari visi beliau adalah Dubai (http://en.wikipedia.org/wiki/Dubai). Dubai yang beberapa puluh tahun silam masih berupa hamparan pasir, sekarng sudah menjadi kilauan dunia modern arab. Bangunan-bangunan ataupun pariwisata yang mereka bangun menjadi santapan para bintang Hollywood. Tidak berlebihan kan kalau saya berandai demikian, apalagi Indonesia bukan hamparan pasir, Indonesia adalah lautan bumi indah yang segalanya menjadi potensi kemoderenan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sumber Daya Alam tidaklah sekaya Indonesia, Dubai yang beliau pimpin bukan kaya dari minyak dibanding Negara-negara arab lainnya. Kalau kita bandingkan dengan Indonesia, Indonesia bukan hanya kaya minyak tapi kaya akan segalanya, ada gas,mas, kekayaan maritim dll. Huh..entah akan disulap seperti apa jika Indonesia berada di tangan beliau. Pasti akan dahsyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pariwisata adalah andalan dubai untuk saat ini. Tak heran, jika salah satu televise china mewancarai beliau dan bertanya “mengapa anda selalu memungkinkan hal-hal yang tidak mungkin?.” Pertanyaan itu mungkin berdasar atas objek pariwisata yang memang bukan aslinya, semuanya hasil karya alat-alat berat modern, sehingga bisa mengubah padang pasir menjadi seperti Palm Jumairah (Apartemen di tengah-tengah lautan), burj dubai dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bayangkan kalau pemikiran-pemikiran macam itu diletakkan di Indonesia, Indonesia yang memiliki ratusan objek pariwisata, Indonesia yang beraneka macam budaya, akan menjadi apakah Indonesia? Yang pasti, Indonesia akan menjadi Negara majikan yang akan mempekerjakan orang dan bukan Negara pembantu atau kuli yang hanya akan disiksa dan diperkosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sosok syeikh Maktoum sangat familiar (http://www.sheikhmohammed.co.ae), bagi saya beliau merupakan wujud nyata dari “Manusia Modern Yang tak lupa kulitnya”. Apalagi setelah membaca buku beliau, hal itu menambah apresiasi&amp;nbsp; saya atas beliau. Beliau bisa gaul, dan juga bisa tegas. Makan bersama rakyat dengan tradisi arab merupakan hal yang biasa buat beliau, beliau juga seorang “Penggila sekaligus Olahragawan Balap Kuda,” konon beliau memiliki beberapa area pacuan kuda di luar dubai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Visi beliau sangat terlihat sekali dari beberapa wawancara dengan beberapa stasion televisi: I want to be number one, not only in this area but in the world. Bahkan oleh salah satu pengamat beliau di sebut orang “ambition without limit”. Sepertinya di dalam pikiran beliau tidak ada sisi negative di dunia ini, seperti kemustahilan, semuanya serba mungkin, semuanya serba bisa kita lakukan, asalkan dengan usaha dan kerja keras.&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-6051023227061460687?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/6051023227061460687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=6051023227061460687' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6051023227061460687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6051023227061460687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/10/seandainya.html' title='Seandainya'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-6782468275367245579</id><published>2010-06-23T22:10:00.001+04:00</published><updated>2010-07-03T13:04:01.014+04:00</updated><title type='text'>14) Syeikh Ahmad Bin Zayed Al Nahyan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;*ini adalah tulisan lawas 27/03/2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rupanya pencarian itu masih belum menemukan hasil yang berarti. Menurut informasi pencarian terhambat karena tingginya air akibat lebatnya hujan. Itulah kabar terakhir dari Saudara termuda presiden United Arab Emirates, Sheikh Khalifah Bin Zayed.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Seperti banyak diberitakan , pada hari jumat 26/03/2010 beliau mengalami kecelakaan udara setelah pesawat yang ditumpanginya jatuh ke danau dekat ibu &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;kota&lt;/place&gt;&lt;/city&gt; maroko rabat. Pilot pesawat berhasil ditemukan dengan selamat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pada hari kejadian, &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/place&gt;&lt;/city&gt; langsung mengirimkan Tim pencarian dan investigasi, bekerjasama dengan tim pencari dari maroko dan tim international. Saksi mata yang kebetulan adalah masyarakat setempat yang berprofesi sebagai pemancing diikut sertakan dalam pencarian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sheikh Ahmad Bin Zayed Al Nahyan dikenal sebagai Dewan Pengawas Zayed Fondation, Yayasan milik keluarga bin Zayed yang akti dalam bidang bantuan kemanusiaan. Beliau juga dikenal sebagai Managing Director ADIA (Abu Dhabi Investment Authority). Tahun lalu nama beliau termasuk orang ke 27 yang paling berpengaruh di dunia versi majalah forbes.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Selama ini, keluarga kerajaan atau keluarga Zayed (Penguasa UAE) belum mengeluarkan pernyataan apapun. Koran lokalpun begitu, nampaknya sangat hati-hati sekali memberitakan masalah yang tentu sangat sensitive sekali bagi keluarga Zayed ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Di Koran Al-Ittihad Misalnya, Koran ini hanya memberitakan bahwa korban masih belum ditemukan, dan berlangsung pencarian. Di bawah berita itu, tertulis doa-doa dari pembaca, mendokan agar beliau cepat ditemukan dalam keadaan selamat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Begitu juga di Koran-koran lainnya, baik yang berbahasa arab dan inggris, semisal al-bayan (berbahasa arab) al-Watan, Gulf News (bahasa inggris ), The Nation, Khalij Time. Sepertinya mereka kompak tidak terlalu jauh mengusut hal-hal lain dari kecelakaan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;place st="on"&gt;&lt;city st="on"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ada&lt;/city&gt;&lt;/place&gt; pelajaran yang bisa diambil dengan kehati-hatian pemberitaan media-media di UAE ini. yaitu, Walaupun tentunya keluarga Zayed (penguasa) harap-harap cemas, namun tidak membuat masyarakatnya ikut cemas. Dengan begitu aktifitas di UAE tetap berlangsung, dan tim di lapangan di Maroko pun juga bisa berkonsentrasi dalam pencarian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sayapun turut berdoa untuk beliau, semoga ditemukan dalam keadaan selamat. amien...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-6782468275367245579?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/6782468275367245579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=6782468275367245579' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6782468275367245579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6782468275367245579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/14-syeikh-ahmad-bin-zayed-al-nahyan.html' title='14) Syeikh Ahmad Bin Zayed Al Nahyan'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-5774289742424133113</id><published>2010-04-13T20:17:00.007+04:00</published><updated>2010-07-03T12:54:20.007+04:00</updated><title type='text'>17) Enaknya Jadi Minoritas</title><content type='html'>&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:right;  mso-pagination:widow-orphan;  direction:rtl;  unicode-bidi:embed;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Benar apa yang dikatakan pepatah arab itu "bahwa barang yang sedikit akan mahal harganya". Dalam posisi ini saya adalah minoritas dari mayoritas warga asia selatan yang terdiri dari &lt;country-region st="on"&gt;India&lt;/country-region&gt;, &lt;country-region st="on"&gt;Bangladesh&lt;/country-region&gt;, &lt;place st="on"&gt;&lt;country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/country-region&gt;&lt;/place&gt;. Lingkupnya tidak luas, hanya di dalam warung kecil sederhana milik orang &lt;place st="on"&gt;&lt;country-region st="on"&gt;India&lt;/country-region&gt;&lt;/place&gt;, Nama Warungnya "Ras-al-khaima".&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Setiap kali saya masuk kesana, para pelayan dengan mudah mengenal dan kemudian menyapa dengan akrab. "hello, can I help you please". sapaan semacam itu tidak diperoleh selain saya sendiri, perkiraan saya, ya itu tadi karena saya adalah minoritas dan gampang dikenali karena sedikit.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Setelah mereka menyediakan kursi di meja di mana saya akan duduk(macam di restaurant aja), mereka kemudian menanyakan apa menunya. Setelah saya menyebutkan menu, dengan segera mereka akan menyiapkan, dan dapat dipastikan, jika ada pengunjung datang bersamaan dengan kedatangan saya, sayalah orang pertama yang menyantap makanan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Pernah di suatu hari, ada seorang protes. "Kenapa kok mendahulukan dia, sayakan datang lebih dulu dari dia". Merasa tak nyaman, mata saya mencari bos warung ini yang lagi duduk di meja kasir. Eh si bos malah mengerdipkan mata, sambil memberikan isyarat "udah jangan pedulikan orang itu". Saya pun kembali menatap nasi byriani dan chiken goreng yang sudah siap dilahap ini dengan perasaan tenang, tanpa memperdulikan orang yang protes itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Di dekat pintu, saya berbisik ke pelayan itu, 'kapan-kapan janganlah kau mendahulukan saya lagi". Dia kemudian tersenyum meletakkan tangannya ke pundak, seperti sahabat yang sudah kenal baik "jangan khawatir, kamu adalah sahabat kami, kami senang melihat anda, satu-satunya orang &lt;place st="on"&gt;&lt;country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/country-region&gt;&lt;/place&gt; yang makan di restorant ini". Jawabnya. Saya pun membalasa senyumnya dengan mengucapkan terima kasih….&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Masing-masing personel punya pengalaman, baik menjadi bagian dari mayoritas atau minoritas, saya teringat tulisan Ulil Abshar ketika dia bercerita bagaimana menjadi minoritas di negeri yang meyoritas penduduknya non muslim. Di mana minoritas yang begitu dihargai, sebagai spirit bahwa minoritas perlu dilindungi Hak2nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Tapi yang saya alami, bukan di sebuah Negara, tapi di sebuah warung kecil, dimana Orang &lt;place st="on"&gt;asia&lt;/place&gt; selatan sering mengisi perutnya. Perlakuan istimewa tidak hanya dalam pelayanan secara express, tapi juga saya dapatkan dalam menu makanan. Mereka sering menambah dari apa yang saya minta. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Misalnya, pernah suatu kali saya memesan beef fry komplit dengan salonah. Namun yang dikasih beef fry komplit dengan salonah ditambah satu telor dadar. Saya melihat ini santai saja, saya piker mungkin pelayan salah dengar pesanan, atau mereka nanti akan menambahkan harga. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Sehabis makan, saya cuci tangan, kemudian langsung ke kasir. Seperti biasa saya memulai basa-basi dengan si bos, saya sapa dengan bahasa Urdu "Kya hale?(apa kabar)" sambil menggeleng2 kepalanya si bos menjawab "tike", saya yang hanya tahu beberapa kalimat urdu langsung merubah haluan obrolan memakai bahasa inggris. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Dan memang orang &lt;place st="on"&gt;&lt;country-region st="on"&gt;India&lt;/country-region&gt;&lt;/place&gt;, lebih senang dibahasa inggri-si daripada bahasa arab, entah mengapa, mungkin karena inggris pernah menjajah mereka kemudian menjadi sekutu, atau ingin memperlancar bahasa inggris mereka, entah kurang tahu. Tapi yang jelas ini adalah tips pribadi saya, kalau mau menyenangkan mereka (orang &lt;place st="on"&gt;&lt;country-region st="on"&gt;India&lt;/country-region&gt;&lt;/place&gt; yang kelas menengah ke bawah), pakailah bahasa inggris.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Setelah merasa cukup basa-basi, saya kemudian menanyakan harga. "Tujuh Dirham" ucapnya. Terkejut sekaligus lega, karena saya sudah mendapat bonus. Coba misalkan saya orang &lt;country-region st="on"&gt;India&lt;/country-region&gt; atau &lt;country-region st="on"&gt;Bangladesh&lt;/country-region&gt; atau &lt;place st="on"&gt;&lt;country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/country-region&gt;&lt;/place&gt; yang mayoritas, tak mungkin akan mendapatkan pelayanan dan harga semacam ini, tapi karena saya minoritas. "selamat merayakan minoritas" gumam saya dihati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-5774289742424133113?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/5774289742424133113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=5774289742424133113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5774289742424133113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5774289742424133113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/04/17-enaknya-jadi-minoritas_13.html' title='17) Enaknya Jadi Minoritas'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-989104207488656673</id><published>2010-04-10T22:11:00.008+04:00</published><updated>2010-04-11T10:28:00.756+04:00</updated><title type='text'>16) Kontroversi Sarung di Sharjah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S8DACjfv_WI/AAAAAAAAADA/kbWPspXLKBw/s1600/3691479562.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S8DACjfv_WI/AAAAAAAAADA/kbWPspXLKBw/s320/3691479562.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458573898493721954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;* Foto Di ambil dari GulfNEWs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, diwaktu membuka Koran-koran lokan UAE, kebetulan yang pertama kali saya buka GULF NEWS, saya melihat gambar orang asia selatan bergerombol memakai sarung dan membaca judul dari berita itu " Sharjah bans South Asian attire lungi in public". Saya terkejut, "Lungi" kan bahasa India, kalau bahasa indonesianya sarung. Kalau bahasa urdunya kalau gak salah ingat "shahbat". kenapa kok di larang, saya penasaran dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya baru beberapa hari keluar dari kantor polisi, karena mengenakan "lungi" atau sarung di depan umum" ungkap sumber berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mengeluh " Mengapa saya kok ditangkap, sedangkan pakaian saya ini menutup semua badanku dengan rapi dan bersih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Dari pihak berwajib sendiri masih ambigu, karena tidak disertai penyebutan secara khusus bahwa pakaian lungi (sarung) adalah termasuk pakaian tidak senonoh. Di perturan cuman disebut bahwa "pakaian tidak sopan atau tidak senonoh dan terbuka dilarang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sharjah Police maintain that indecent and revealing clothes are not allowed in public. "The decency law was implemented in Sharjah ten years ago," an officer said."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kontroversi sarung ini memang menggelikan , karena saya sendiri memakai sarung dan sarung merupakan salah satu pakaian tradisi Indonesia. tapi selama di UAE saya memakainya di dalam rumah saja. Mungkin juga ini memerlukan opini masing-masing pribadi orang terhadap sarung. Seperti disebutkan, satu-satunya alasan mengapa pakaian ini dilarang dipakai di depan public adalah karena dianggap "kurang sopan" , "tidak Senonoh". Bagaimana kalau menurut anda? tentu akan berbeda pendapat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya lanjutkan dengan membaca komentar-komentar dari berita itu, komentarnya sangat beragam, ada yang setuju, ada yang jijik dengan sarung, tapi ada juga yang menengahi, seperti komentar yang datang dari orang india : "saya memakai sarung juga, tapi saya cuman pakai di dalam rumah saja, tidak ke public. Saya kira, kita harus mematuhi peraturan atau budaya dimana kita tinggal"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya,Bagi orang arab pakaian Ini tidak senonoh, karena konon, pakaian sarung ini identik dengan pakaian kalau mau "ngutuk" (berhubungan badan), intinya, pakaian ini punya kesan negative bagi orang arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sharjah adalah salah satu provensi di UAE. Saya sendiri setuju dengan penerapan pelarangan ini, karena kalau memang sarung dipandang tidak senonoh atau tidak sopan oleh pemerintahan UAE, kita harus menghormati peraturan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pemakaian sarung masih belum ramah di lingkungan International ya...,heheheh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-989104207488656673?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/989104207488656673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=989104207488656673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/989104207488656673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/989104207488656673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/04/16-kontroversi-sarung-di-sharjah.html' title='16) Kontroversi Sarung di Sharjah'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S8DACjfv_WI/AAAAAAAAADA/kbWPspXLKBw/s72-c/3691479562.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-5804216345562884502</id><published>2010-04-09T20:02:00.002+04:00</published><updated>2010-07-03T13:00:24.913+04:00</updated><title type='text'>15) Ketidak PD-an terhadap Bahasa Sendiri</title><content type='html'>Ketika di negeri saya, Indonesia, dari dulu hingga sekarang banyak pondok pesantren berlomba-lomba meningkatkan kualitas bahasa arab. Maka di arab sebaliknya, mereka seolah-olah berlomba untuk mentidak pd-kan bahasa mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di arab, khususnya abu dhabi, mempunyai bukti nyata dari fenomena itu, yaitu dengan berkembang dan tumbuh suburnya sekolah-sekolah asing yang mengajarkan bahasa asing, inggris-perancis serta lainnya. Sedangkan di sisi lain, bahasa arab mengalami penurunan yang sangat drastis sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara bahasa arab, ada dua: pertama bahasa fushah (resmi), kedua bahasa Ammiyah (pasaran). Kalau melihat bahasa arab kedua, memang cukup banyak dipakai oleh bahasa arab sendiri. Nah inilah menurut saya satu-satunya peninggalan bahasa arab itu. Kalau membahas bahasa fushahnya, sudah sangat minim sekali orang-orang arab ngomong pakai bahasa fushah, bahkan banyak dari mereka tidak mengerti bahasa fushah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat di Indonesia, bahasa Indonesia banyak dilupakan orang, karena mereka lebih senang dan bangga dengan bahasa inggris atau bahasa lainnya. Ngomong pakai bahasa daerah itu sudah biasa, karena dari lahir orang tua sudah bicara pakai bahasa daerah. Tapi ya itu, mereka tidak pernah memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, mereka lebih senang pakai bahasa asing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan banyak perusahaan-perusahan kecil di UAE, yang bosnya sendiri orang arab asli, tapi mewajibkan atau paling tidak mensunnahkan pegawainya pake bahasa inggris. Inikan namanya orang dalam mengikis bahasa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada teman saya dari Syria, membawa teman yang ingin membuat Curriculum Vitae. Setelah duduk di depan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman teman saya itu bilang "tolong bikinin surat&amp;nbsp;CV dong" sambil menyerahkan card identity-nya ke saya.&lt;br /&gt;Saya balik bertanya. Mau pakai bahasa apa nih? "Arab" jawabnya.&lt;br /&gt;Kemudian teman saya itu protes "wah, bahasa inggris aja. Sekarang dimana-mana bahasa inggris"&lt;br /&gt;"Gak papa bahasa arab juga" kata saya, kemudian melanjutkan. "Inikan Negara arab, kamu juga orang arab"&lt;br /&gt;"gak bisa" teman saya yang satu itu kembali protes "perusahan-perusahan sini sudah makai management inggris semua"&lt;br /&gt;Tanpa terpengaruh omongan saya, teman teman saya itu kemudian menyerah "ya udah deh bahasa inggris aja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba mereka-reka, mungkin alasan mereka yang senang memakai bahasa asing adalah begini "Di Arab-kan banyak pekerja asingnya, mereka gak ngerti bahasa Arab, mereka cuma&amp;nbsp;mengeri bahasa inggris, jadi saya pakai bahasa inggris"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan itu saya kira tidak logis, mengapa bahasa arab yang harus mengalah kepada bahasa asing, seolah-olah bahasa arab kurang berharga dari bahasa asing. Kalau bisa mereka harus dipaksa secara lingkungan agar mereka mau belajar dan memakai bahasa arab, misalnya dengan mewajibkan pegawai berbahasa arab. Dengan begitu, saya kira bisa menunjukkan bahwa nilai jual bahasa arab, tidak lebih rendah dari bahasa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak terelakkan, ada sisi positifnya juga. Dengan fenomena mengasingi-sasi bahasa ini membuat Negara arab lebih bisa mengaktualisasi wacana&amp;nbsp;dengan bebas dan luas, karena seperti yang sudah dikenal sejak zaman dulu,Orang arab adalah orang fanatic terhadap suku, ras, budaya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya- beberapa tahun belakangan ini memang arab tidak lagi fanatic buta, dengan menutup mata dengan dunia luar. Meraka malah ikut andil dalam sector-sektor ekonomi dunia. Walapun pengaktualisasian itu sering kelewatan.sampai-sampai mereka tidak bangga dengan bahasa-nya mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kecil dialog saya dengan teman saya itu adalah akibat dari pengaktualisasian yang kelewatan, itu adalah sebagian fenomena yang sekarang dirasakan oleh para elit bahasa arab di negeri-negeri arab. Mereka khawatir kalau bahasa arab bisa hilang sama sekali, Kekhawatiran itu terbukti dengan munculnya banyak seminar yang membahas tentang masa depan bahasa arab di tengah-tengah bahasa asing, tentu bahasa arab yang fushah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-5804216345562884502?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/5804216345562884502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=5804216345562884502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5804216345562884502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5804216345562884502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/04/15-ketidak-pd-terhadap-bahasa-sendiri_09.html' title='15) Ketidak PD-an terhadap Bahasa Sendiri'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-6825003787539530155</id><published>2010-03-27T21:32:00.007+04:00</published><updated>2010-06-23T22:28:19.605+04:00</updated><title type='text'>12) Berhenti Mensucikan Arab</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Setiap pelajaran Agama Islam di SD, dan Setiap pelajaran Tarikh Islam di Madrasah, sering saya berkhayal, arab adalah tanah gersang tapi damai, penuh jejak-jejak nabi, banyak onta, terhampar fatamorgana, orangnya berjenggot memakai jubah dan surban (seperti ditampilkan sebagian jemaah haji Indonesia ketika pulang haji), hidupnya nomaden, wanitanya memakai jilbab, orangnya semua baik, dermawan, semua hafal Al-Qur'an, Semua Hafal hadist, dan apapun yang berhubungan dengan Mekkah pasti baik, pasti suci, pasti islam dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Sampai waktu SMP, khayalan ini masih tetap menjadi acuan saya memandang arab. Ketika pulang dari mekkah, ibu saya membawakan oleh-oleh jam tangan, di waktu itu saya merasa gembira sekali, weihh jam dari mekkah, saya gembira, saya pertontonkan jam itu di depan teman-teman, berharap mereka bertanya, darimana jam itu? Dengan sigap saya akan jawab Mekkah. Trend barang-barang mekkah memang menjadi magnet tersendiri ketika zaman itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Tak heran di zaman itu juga mekkah menjadi kalimat komersil pelaris, banyak orang jualan obat di pasar, mengaku ini obat dari mekkah atau arab. Atau ini jimat dikasih habib dari mekkah, atau ini bacaan dapat dari mekkah dll, bahkan banyak yang mengaku habib, asal hidung mancung aja. Keistimewaan mengaku habib ketika itu adalah dihormati oleh masyarakat setempat. Jokenya, "kalau sudah ada habib-makanan apapun di dalam rumah dikeluarkan, apapun dawuhnya dipatuhi". Memang sebagian Habib benaran, tapi mayoritas yang ngaku-ngaku seperti itu adalah palsu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;place st="on"&gt;&lt;city st="on"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Lima&lt;/city&gt;&lt;/place&gt; tahun ditakdirkan tinggal di negeri arab, Terheran-heran, ternyata khayalan itu jauh tertinggal, khayalan saya ternyata di zaman rosululloh, dimana Arab belum tahu apa yang namanya modern.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Zaman sekarang, Onta sudah bukan alat transportasi tapi alat Promosi Negara arab, &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;padang&lt;/place&gt;&lt;/city&gt; pasir bukan lagi menjadi jalan, tapi sudah menjadi tanah proyek apartemen atau mall-mall besar, hotel-hotel berbintang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Cara hidupnya bukan lagi nomaden, tapi resident, duduk diam mempunyai banyak pembantu, menimbun lemak. Pedang bukan lagi bawaannya, tapi uang dari hasil penjualan minyak pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Wanita bukan juga berjilbab atau bercadar ikhlas seperti yang saya khayalkan, tapi hijab sebagai tradisi atau desakan hukuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Khayalan itu berubah dengan realita. Ternyata kita tidak lebih buruk dari arab dan arab tidak lebih baik dari kita. Arab bukan berarti Islam, Islam bukan Berarti Arab. Tapi banyak hal yang bisa kita ambil dari meraka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Zaman memang sudah berubah. Jadi, hentikanlah mensucikan atau mengislamkan&lt;/span&gt; Arab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-6825003787539530155?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/6825003787539530155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=6825003787539530155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6825003787539530155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6825003787539530155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/12-berhenti-mensucikan-arab.html' title='12) Berhenti Mensucikan Arab'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-5566466803636227719</id><published>2010-03-25T21:05:00.011+04:00</published><updated>2010-06-23T22:16:59.530+04:00</updated><title type='text'>11) Sate/Nasi pecel, Tha"miyah bil-bait, Biryani</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6uag-BbRbI/AAAAAAAAAC4/jlEUzRnJ5iM/s1600/images.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452621665057588658" src="http://4.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6uag-BbRbI/AAAAAAAAAC4/jlEUzRnJ5iM/s320/images.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 103px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 137px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;* Foto : Nasi Biryani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di Indonesia, saya punya dua makanan kesukaan. Pertama, Sate, kedua, Nasi Pecel. dari kecil saya sudah merasakan kenikmatannya. Sejak kelas satu SD, sayapun sudah bisa merasakan kapan pecel itu enak dimakan. Di pagi hari, itulah waktu cocok untuk pecel. Nenek saya hafal kebiasaan ini, terbukti ketika kemarin saya pulang, dan saya menginap di rumahnya, pas jam 06.00 Nasi itu sudah tersedia di atas meja makan. Pulang dari masjid, nenek sudah menunggu di ruang tamu, kemudia dia mengabari, "nasi pecelnya di atas meja".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ucapan itu, sungguh mengembalikan kenangan masalalu hadir. Dulu, setiap kali habis mandi ,nenek membantu memakaikan baju seragam SD, kemudian mengantarkan kemeja makan atau keruang tamu, dipastikan pecel sudah tersedia. teringat itu, Seketika saya mendekati nenek, saya cium tangannya, sambil berkata dalam hati, "Terimakasih atas Semuanya Nek".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sate,makanan ini enaknya di waktu malam. Mungkin karena dulunya Al-marhum bapak sering lembur dan pulang malam,beliau selalu membawa oleh-oleh sate.Terus jadi kebiasaan, bagi saya makan sate enaknya pas malam. Kebiasaan ini mbak dan ibu yang tahu. Jadi ketika ibu atau mbak pergi belanja ke pamekasan (&lt;place st="on"&gt;&lt;city st="on"&gt;kota&lt;/city&gt;&lt;/place&gt;) di malam hari, hampir dipastikan mereka tak lupa membawah oleh-oleh itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di Mesir, Tha'miyah bil bait bisa dikatakan makanan favorit, makanan penuh kenangan di masa kuliah. Makanan yang dibungkus dengan "aisy" roti khas mesir, di dalamnya ada banyak campuran, Tha'miyah + dedaunan+telur+ada juga cairan terbuat dari tepung. Tha'miyah ini bagi saya bisa dimakan kapan saja, tak butuh waktu. Lapar datang, langsung sikat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Teringat ketika makan pertama kali, dibawa oleh seorang senior di kairo ke warung rakyat mesir. Langsung disuguhi makanan ini, pertama lihat "woh ini kok kayak makanan kambing di kampong saya, daunnya dibiarkan begitu saja, tanpa bumbu apapun". Terasa lain, aneh, waktu itu, makanan tersisa separuh, karena sudah terasa tidak enak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Namun, saya tidak butuh waktu lama untuk menyukai Tha'miyah. Selepas Seminggu di Kairo, saya malah sering turun apartemen untuk membeli makanan ini. Apalagi kalau pas lagi masuk kuliah, di depan Kampus dan di belakangnya, ada penjual Tha'miyah enak. Terkadang Warung itu menjadi tempat tongkrongan bagi teman2 mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sekarang, Di Abu Dhabi, saya juga mempunyai makanan favorit "Nasi Biryani". Biryani berasal dati kata &lt;country-region st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;Persia&lt;/place&gt;&lt;/country-region&gt;, artinya fried atau nasi goreng. Tapi nasi gorengnya lain dari nasi goreng &lt;country-region st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;Indonesia&lt;/place&gt;&lt;/country-region&gt;, dari bumbunya saja sudah lain, tentu rasanya juga lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kalau di Indonesia, nasi goreng tak pake kuah. Nasi biryani itu pake kuah, entah kuah dari apa saya kurang memperhatikan. Dalam nasi goreng, biasanya kita sering mencapur ayam atau daging di dalamnya. Biryani, ayam dan dagingnya dipisah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jadi, ketika kita makan biryani, akan ada empat wadah di sana, pertama untuk Nasinya, kedua untuk Kuah, ketiga untk Ayam atau daging atau Ikan, keempat untuk lalapannya, ada mentimun, gar-ger (tumbuhan yang konon, bisa memperkuat hubungan suami istri), gubis, wortel dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Nasi biryani sangat popular sekali untuk negeri asia selatan, seperti &lt;country-region st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;India&lt;/place&gt;&lt;/country-region&gt;, srilanka. Namun di negera-negera arab juga popular, mungkin karena pengaruh dari orang-orang pendatang, dari &lt;country-region st="on"&gt;India&lt;/country-region&gt;, &lt;country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/country-region&gt;, &lt;place st="on"&gt;&lt;country-region st="on"&gt;Bangladesh&lt;/country-region&gt;&lt;/place&gt;, bahkan nasi ini bisa menjadi menu makanan pokok acara perkawinan orang-orang arab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Itu semua adalah makanan-makanan favorit saya yang sering saya makan, Sebenarnya masih banyak makanan-makanan enak sejenis lainnya, mungkin karena selera ya…selera membikin saya suka pada keempat makanan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-5566466803636227719?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/5566466803636227719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=5566466803636227719' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5566466803636227719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5566466803636227719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/11-satenasi-pecel-thamiyah-bil-bait.html' title='11) Sate/Nasi pecel, Tha&quot;miyah bil-bait, Biryani'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6uag-BbRbI/AAAAAAAAAC4/jlEUzRnJ5iM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-6419028758866796512</id><published>2010-03-25T12:41:00.016+04:00</published><updated>2010-06-23T22:22:39.150+04:00</updated><title type='text'>10) Bahasa Kepala</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6skow1MKLI/AAAAAAAAACw/trvLo9a9zkc/s1600/DSC00056.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452492056583481522" src="http://1.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6skow1MKLI/AAAAAAAAACw/trvLo9a9zkc/s320/DSC00056.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 320px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;* Foto : bahadur, Nepal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Hal paling lucu yang masih menjadi tertawaan saya, baik ketika melihatnya ataupun ketika sendiri mengingatnya. Pastinya saya akan tertawa terpingkal, terkadang juga sambil menirukan apa yang saya tertawakan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Adalah gerak kepala "teman-teman &lt;country-region st="on"&gt;India&lt;/country-region&gt;, &lt;country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/country-region&gt;, &lt;country-region st="on"&gt;Nepal&lt;/country-region&gt;, &lt;country-region st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;Bangladesh&lt;/place&gt;&lt;/country-region&gt;". Mereka sama, ketika mengatakan "iya" lewat bahasa kepala, maka mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Kalau di Indonesia, sama dengan gelengan tidak. Bukan perbedaan itu yang membikin saya terpingkal-pingkal, tapi gerak kepalanya itu, lentur, elastis, seperti ada cirri khas dan seninya, gimana ya… kalau boleh saya namakan "goyang kepala" hehehe…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Bagi teman-teman yang suka dengan film &lt;country-region st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;India&lt;/place&gt;&lt;/country-region&gt;, bisa dibuktikan dan diperhatikan. Kalu kita mungkin bilang "tidak" hanya akan bergeleng satu kali, tapi ini nggak, dia akan bergeleng-geleng dua atau tiga kali. Saya pernah mencoba itu, pusing juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Diceritakan, ada orang &lt;country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/country-region&gt; bekerja di Money Exchange, &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/place&gt;&lt;/city&gt;. Suatu hari dia melayani pelanggan dari &lt;country-region st="on"&gt;bangladesh&lt;/country-region&gt;, karena baru, dia tidak mengerti goyangan kepala ini, sambil memegang card identity punya orang bangladesh itu, dia menanyakan kebenaran nama dan keterangan2 lainnya, "jawabannya geleng-geleng (menandakan iya), ditanya lagi jawabanyya geleng" cerita teman saya, nah ketika beberapa kali ditanya, jawabannya tetap geleng-gelang, mungkin karena orang indonesia itu gak ngerti bahwa itu jawaban iya maka orang &lt;country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/country-region&gt; itu bilang "STOP, kamu jangan geleng-geleng terus kepalanya, pusing nih", orang &lt;country-region st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;Bangladesh&lt;/place&gt;&lt;/country-region&gt; yang masih geleng-geleng langsung menegakkan kepalanya. Hehehehehe…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Ketertawaan saya bukan berarti menghina, tapi saya merasa lucu ketika melihat, keunikan-keunikan seperti ini. Siapapun, terutama dari negara2 asia tenggara, maka pertama kali akan bingung menghadapi bahasa tubuh seperti itu, karena, gelengan kepala bagi orang-orang &lt;place st="on"&gt;asia tenggara&lt;/place&gt; artinya "Tidak".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Bagaimana bahasa tubuh mereka ketika "tidak" , kepalanya digerakkan ke atas. tapi konon, hanya sebagian saja, saya juga jarang melihat bahasa tubuh "tidak" mereka. Kebanyakan mereka langsung ngomong "tidak".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Pernah suatu hari saya tanyakan pada beberapa teman tentang asal usul gerakan ini, namanya samir, pekerja salon, atau kepada bahadur, pekerja bangunan orang &lt;country-region st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;Nepal&lt;/place&gt;&lt;/country-region&gt;. Mereka semua menjawab tidak tahu, mereka bilang, itu sudah kebiasaan saya dan orang-orang Negara saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Dengan perbedaan ini, saya kira mereka juga bingung, sama dengan kebingungan saya, ketika mereka bilang iya dengan menggelengkan kepala, sedangkan ketika saya bilang tidak saya juga menggelengkan kepala. Perbedaannya, mereka "bergoyang", saya Cuman "bergeleng". hehehe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Memang perbedaan sangat indah, meskipun terkadang menggelikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-6419028758866796512?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/6419028758866796512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=6419028758866796512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6419028758866796512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6419028758866796512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/10-bahasa-kepala.html' title='10) Bahasa Kepala'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6skow1MKLI/AAAAAAAAACw/trvLo9a9zkc/s72-c/DSC00056.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-8921008706140055509</id><published>2010-03-24T19:27:00.001+04:00</published><updated>2010-03-24T19:28:38.611+04:00</updated><title type='text'>Akal Manusia itu Begitu Berharga</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Saya masih ingat Pepatah arab, yang intinya begini. Orang berilmu itu mulia walau badannya kecil, dan orang berbadan besar itu akan kerdil kalau dia tak berilmu, atau bodoh. Intinya, bagaimanapun kondisi tubuh anda kalau sudah berilmu akan menjadi mulia.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Ilmu tentunya akan membawa kemajuan bagi manusia. Proses ilmu itu bersumber dari akal. Maka dari akal-lah semua kemajuan manusia saat ini didapat. Einstein lewat akalnya merumuskan teori-teori fisika, Thomas Alfa Edison lewat akalnya menemukan telegraph Lampu listrik dll. Maka sungguh besar nilai akal manusia. Tak heran, jika seseorang sudah tak berfungsi akalnya, maka statusnya 'Gila". Salah satu status social yang sangat terhina sekali.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kemajuan akan membawa kemudahan bagi manusia, dulu, orang pergi Haji butuh waktu selama 3 bulan naik kapal laut, sekarang dengan pesawat, manusia cumin butuh hitungan jam sudah sampai kesana. Dulu saya setiap pulang kemadura butuh waktu satu jam untuk menyeberang dari Surabaya ke madura, tapi kini dengan SURAMADU, hanya dengan sepuluh menit aku sudah injakkan kaki ini di madura.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Semua fasilitas mempermudah manusia. Fasilitas nyaman dari ilmu dan ilmu dari olah akal. Begitulah sederhananya, mengapa manusia harus menghargai betul keberadaan akal dalam dirinya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-8921008706140055509?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/8921008706140055509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=8921008706140055509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8921008706140055509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8921008706140055509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/bagaimana-akal-manusia-itu-begitu.html' title='Akal Manusia itu Begitu Berharga'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-4322912942130259735</id><published>2010-03-21T22:09:00.005+04:00</published><updated>2010-06-23T22:25:11.709+04:00</updated><title type='text'>Momentum Memperbaiki Diri</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6ZhaJpFG7I/AAAAAAAAACo/8R1eCEMBeuo/s1600-h/al-azhar3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451151500871277490" src="http://2.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6ZhaJpFG7I/AAAAAAAAACo/8R1eCEMBeuo/s320/al-azhar3.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 229px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Al-Azhar dengan segala potensinya harus dikerahkan untuk berbenah diri, mengevaluasi hal-hal lama yang belum tercapai dan menata ulang rencana-rencana baru ke depan. Hal ini mumpung ada momentum dengan penunjukan Syeikh Thayyib sebagai Syeikh Al-Azhar yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Selain karena Pimpinan baru, Momentum lainnya juga terbuka saya kira, dengan berharap bahwa pemerintah akan mengubah kebijakan, agar Al-Azhar lebih mandiri. Jika mubarrok cerdas, maka itu bisa dipertimbangkan, dengan pertimbangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Pertama, adanya tantangan serius dari lawan baru politik mubarrok yang akhir-akhir ini mendapat dukungan yang cukup signifikan dari anak-anak muda, al-baradeie. Nah kalau kran Al-Azhar diperbaiki sedikit bahkan kalau bisa diperlonggar, mungkin bisa mengambil simpati para simpatisan Al-Azhar, dengan anggapan bahwa kebijakan mubarrok sudah bagus dan barubah, maka pemerintahanny perlu didukung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Kedua, kalau memang mubarok mau mewariskan tahta kepemimpinannya pada jamal mubarok, anaknya. Maka beberapa kebijakan mubarrok yang dirasa menekan pihak-pihak tertentu bahkan masyarakat, haruslah diubah menjadi kebijakan yang pro rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Akhir-akhir ini, intensifnya volume kunjungan jamal mubarrok ke beberapa instansi yang mempunyai cukup banyak massa, seperti Timnas bola mesir atau ke Klub-klub besar seperti Al-Ahly sangat bagus, karena kunjungan itu bisa mendapat simpati dari masyarakat mesir. Politik pencitraan memang perlu untuk menyokong simpati masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Sekaranglah momentumnya, kalau Al-Azhar memang pingin maju. Maju dengan menjaga jarak dengan pemerintah agar tak mudah diatur? Atau tetap saja seperti dulu, berjalan begitu saja, dengan Intervensi pemerintah yang berlebihan? Saya khawatir kalau tetap seperti dulu, Al-Azhar tidak akan keramat lagi. hehehe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-4322912942130259735?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/4322912942130259735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=4322912942130259735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/4322912942130259735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/4322912942130259735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/12-momentum-memperbaiki-diri.html' title='Momentum Memperbaiki Diri'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6ZhaJpFG7I/AAAAAAAAACo/8R1eCEMBeuo/s72-c/al-azhar3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-7642578452254969526</id><published>2010-03-20T21:57:00.004+04:00</published><updated>2010-06-23T22:28:03.210+04:00</updated><title type='text'>DR. Ahmad Thayib</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6UNXbUgmsI/AAAAAAAAACg/vDcIafABluE/s1600-h/images1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450777620123785922" src="http://1.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6UNXbUgmsI/AAAAAAAAACg/vDcIafABluE/s320/images1.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 63px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 129px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kemarin, sudah tersebar kabar bahwa Syeikh Al-Azhar baru adalah DR. Ahmad Thayib. Mendadak terbayang dikepala ini sosok DR Ahmad Thayib yang berperawakan tenang, tatapannya tajam, namun pemikirannya sangat maju, yang paling menonjol dari beliau adalah "Upayanya mendialogkan Islam dengan Dunia"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya sebagai Alumni Al-Azhar tentu mempunyai ikatan emosi, maka sayapun ikut gembira, ketika presiden Husni Mubarok memilih beliau sebagai pemegang otoritas tertinggi di lembaga islam tertua itu. Beban ini memang sangat berat, mengingat Al-Azhar bukanlah lembaga local yang hanya mengurusi Ummat islam Mesir, tapi Ummat islam secara keseluruhan. Baik dengan pemberian beasiswa bagi murid-murid asing, atau bantuan mubaligh yang tersebar di seluruh pelosok dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Hanya saja, saya sebagai murid mempunyai dua cacatan yang selama ini menjadi perhatian bahkan kritikan orang-orang di luar Al-Azhar. Mungkin juga para Masyayikh di Al-Azhar sendiri sudah tahu tentang permasalah ini tapi apa daya, kekuasaan sudah kadung membelenggu lembaga yang awalnya independent itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pertama, Upayakan untuk mengurangi Intervensi pemerintah di halaman Al-Azhar. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa selama ini kurikulum Al-Azhar sedikit diatur oleh pemerintah, seperti, Materi Juz hafalan Al-Qur'an yang dikurangi, sejumlah materi pelajaran juga tidak boleh diajarkan dll. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Nyatanya lagi, dalam struktur pengurus Lembaga Al-Azhar, keterlibatan pemerintah Mubarok terlihat sangat dipaksakan sekali. Asrama mahasiswa Asing (dulu saya pernah tinggal di sini) yang dulunya selalu dipimpin oleh non militer, ketika saya di &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;sana&lt;/place&gt;&lt;/city&gt; dan mungkin sampai saat ini, dipimpin oleh Jebolan Militer. Tak heran beberapa kebijakan pimpinan ini banyak tidak sesuai dengan kehendak Mahasiswa, bahkan kabarnya beberapa bulan lalu sempat di demo oleh anak-anak di asrama mahasiswa asing itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Akibat dari intervensi ini, Kharisma Al-Azhar sebagai lembaga yang dulu pernah menjadi kiblat keilmuan islam dan kejernihan ajarannya memudar. Sampai orang-orang local mesir juga sekarang banyak yang tidak mempercayai Al-Azhar sebagai lembaga Islam yang murni berjuang memajukan islam, tapi isunya malah "Al-Azhar sebagai kepanjangan tangan dari pemerintahan".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Memang, kalau saya perhatikan, sebetulnya Al-Azhar dalam dilema, disatu sisi lembaga tertua ini harus independent dengan program-progamnya, tapi di sisi lain, pemerintah terus mengawasi, kalau ada kebijakan Al-Azhar yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah, maka kebijakan Al-Azhar itu dihapus, meskipun itu lebih benar dalam konteks Al-Azhar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ada&lt;/place&gt;&lt;/city&gt; wacana, bahwa intervensi pemerintah mesir terhadap Al-Azhar adalah untuk mengurangi pengaruh Al-Azhar terhadap rakyat mesir, yang dulunya rakyat lebih percaya ke lembaga ini, bukan pada pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Wacana lainnya, adalah tekanan pemerintah Amerika serikat kepada mesir untuk mengurangi pengaruh islam di negeri seribu menara itu. Hal ini bukan tidak mungkin sebenarnya, melihat selama ini, memang sukutu dekat Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kedua, harapan untuk mepertahankan sikap tasammuh dan dialog keagamaan Al-Azhar yang selama ini sering kampanyekan oleh Al-marhum Syiekh thantawi. Upaya ini juga efektif di bawah pimpinan Syeikh Thantawi tapi kurang gregetnya. Apalagi Syeikh thayib lulusan sorbone, beliau seharusnya mempunyai peta yang lebih punya greget bagaimana bisa efektif mendialogkan islam dengan dunia, khusnya menghilangkan stigma negative barat terhadap islam selama ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-7642578452254969526?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/7642578452254969526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=7642578452254969526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/7642578452254969526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/7642578452254969526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/11-dr-ahmad-thayib.html' title='DR. Ahmad Thayib'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6UNXbUgmsI/AAAAAAAAACg/vDcIafABluE/s72-c/images1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-5470925212885182961</id><published>2010-03-19T21:46:00.004+04:00</published><updated>2010-06-23T22:32:52.937+04:00</updated><title type='text'>Jelek-Jelek</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Sungguh mukamu jelek, sejelek babi, artinya tidak berbentuk manusia, kalau saja kau tidak dinamai, akan saya namai kamu dengan manusia berwajah babi. Tapi anehnya, mengapa kau selalu menebar kejelekanmu, mengapa kau selalu merasa seolah-olah bahwa kamulah yang paling cantik di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Padahal jika kamu sadar, yang mendekatimu adalah manusia setengah buaya yang buta, manusia yang hanya butuh tubuhmu yang berbentuk manusia berjenis wanita, tanpa bisa melihat bahwa mukamu itu babi, atau manusia yang buta, hanya melihat bahwa kau sebagai wanita yang bisa memuaskan nafsunya kapan saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Saya kira kamu juga sadar, bahwa dia adalah buaya yang buta, tapi karena rasa percaya dirimu yang lebih yang membuatmu hilang kesadaran bahwa dia hanya ingin menikmati tubuhmu. Herannya, kamu jingkrak-jikrak senang, bangga, menceritakan ke-semua orang, "oh ini pacarku" "oh saya didekati banyak orang", "oh saya pusing mau milih sapa".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Saya sadar kau tak tahu pepatah ini, karena percaya dirimu kelewatan dan bisa dikatakan sombong. "orang yang cantik itu tak akan berteriak bahwa di cantik, bahwa dia seksi dll, karena dia sadar bahwa dengan bagaimanapun dia sudah cantik". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Semua manusia tahu, bahwa kamu memang jelek. Tapi mereka tidak tahu atau merasa iba padamu untuk mengatakan bahwa kamu jelek. Saya tidak akan mengatakan ini jika kau tidak menumpuk benci dalam diri ini, jika kau sadar bahwa tebaran pesonamu yang memuakkan itu mengganggu saya dan pekerjaan saya, kemudian saya berkesimpulan bahwa kamu memang pengganggu yang tak ber-etika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Saya menulis, bukan karena saya Memperhatikanmu, tapi ini luapan benci yang kamu tanam sejak lama di dalam diri ini. Saya piker, lebih baik menuliskan kebencian ini daripada marah-marah. Kau tak tersinggung dan kebencian saya karena ketergangguanmu pun berkurang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Saya memang berlaku baik di depanmu, walaupun hati ini benci padamu, sangat benci. Tapi ingat saya hanya sekedar "sangat benci", dan saya jamin benci ini tidak akan mengganggumu, seperti kau menggangguku. Kau tetap bebas ber-ekspresi, mau jikrak, mau telanjang, mau tebar lekuk tubuhmu pada orang lain. Terserah, itu hakmu. Mungkin saya akan keluar ketika kamu mulai menebar pesona pada orang-orang, mungkin juga akan saya tutup telinga ini dengan headset mendengarkan Ummi Kultsum, Fairuz, Elissa, daripada mendengar suaramu, suara babi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Bukan juga saya Syirik padamu, mungkin kau mengira saya Syirik karena kau banyak cowoknya, sedangkan saya tidak punya cewek. "oohhh no" bukan itu, saya sadar bahwa saya "cakep" jadi kapan dan dimanpun bisa dapet (huahaua,,,yang ini kidding aja). Perlu saya tegaskan lagi, saya menuliskan ini karena "Pekerjaan saya Terganggu".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Cukup bagi saya menuliskan bahwa saya membencimu, itu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-5470925212885182961?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/5470925212885182961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=5470925212885182961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5470925212885182961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5470925212885182961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/10-jelek-jelek.html' title='Jelek-Jelek'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-7063255784498962301</id><published>2010-03-18T21:16:00.013+04:00</published><updated>2010-06-23T22:30:04.061+04:00</updated><title type='text'>(9) Talang Siring, Nile dan Corniche</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6JjnPkFq5I/AAAAAAAAACY/34Ki5_G6Xh8/s1600-h/1_989061521l.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450028024915667858" src="http://2.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6JjnPkFq5I/AAAAAAAAACY/34Ki5_G6Xh8/s320/1_989061521l.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 149px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*Kenangan Di pinggir Sungai Nile&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Talang siring, sering saya curahkan masalah padanya, apalagi di saat sunset itu, meskipun tak begitu indah seperti pantai kuta atau pantai-pantai indah lainnya, paling tidak pantai ini sering mempengaruhi saya agar bisa memandang hidup secara terbuka, seperti ruang laut itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di lain waktu, sering saya berhayal menghabiskan malam di tepi pantai itu bersama teman-teman, ingin ku ajak mereka. Tapi hayalan itu terhalang oleh suasana pantai yang tidak kondusif (maaf, . Padahal kalau dikondusifkan dan dimanfaatkan, pantai talang siring bisa menjadi indah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya masih ingat,ketika masih kecil, betapa kami (mbak,adik,saya) senang sekali ketika diajak bermain ke talang siring pas hari minggu oleh Almarhum bapak. Perasaan gembira dengan ekspresi meloncat bahagia. "talang siring-talang siring" kami teriakkan berulang-ulang. Karena memang di pantai itulah kami merasa bebas, melihat alam lepas. Ketika itu pantai ini masih memiliki aroma alami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tapi, dalam beberapa tahun ini, saya mendengar dan melihat sendiri (karena saya pulang kampong tahun lalu), pantai itu sedikit tercemar oleh hal-hal kurang etis anak muda. Sayapun merasakan demikian, ada yang hilang dari pantai ini, yaitu kealamian dan kenyamanan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di sisi lain saya senang, karena ada kabar, lokasi talang siring akan segera direnovasi atau akan ditata ulang oleh pemerintah daerah. Saya harapkan perhatian pemerintah pamekasan tidak hanya "nga'anga' taen ajem" , atau omdo (omong doing). Namun diharapkan bisa mengembalikan citra, ketenangan dan kenyamanan pantai ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Talang siring, terletak di jalan montok, kecamatan larangan, kabupaten pamekasan. Kalau kita berjalan ke selatan sedikit, kita akan temukan jejeran pemakaman ummat kristen, dan candi (Budha) yang sangat unik sekali . &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sungai Nile, di &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;sana&lt;/place&gt;&lt;/city&gt; saya sering merayakan persahabatan. Sungai yang dengan ketenangan airnya bisa membawa kita merasakan bahwa di sinilah peradaban manusia di mulai. Sungguh indah &lt;place st="on"&gt;Nile&lt;/place&gt; itu , Keangkuhan Polusi siang tak bisa menghapus kejernihan airnya. Kejernihan itu semakin nyata ketika malam, Lampu-lampu modern itu melengkapi moleknya wajah Sungai ini &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Irfan (Ust, Jack LC), saya, pak subhan (KH Subahn. LC), mas Agus Romli (KH. Agus Romli LC), berangkat lewat Metro (kereta bawah tanah) menuju nile. Tujuannya waktu itu naik perahu sambil goyang perut. Hari itu pas hari kamis malam jum'at pas sekali dengan hari libur orang mesir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tak heran, ketika sampai, orang begitu ramai, pemuda-pemudi bergandengan, suara musik Saad El-Saghir dengan ciri khas lagu rakyat mesir sudah terdengar dari tengah sungai di atas perahu.. Bahkan ada yang merayakan pernikahan di &lt;place st="on"&gt;&lt;city st="on"&gt;sana&lt;/city&gt;&lt;/place&gt;, di atas perahu. Melihat itu, kami tak sabar ingin segera naik untuk joget.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Deretan perahu yang parkir, membuat kami bebas memilih yang mana akan kami tumpangi, kami milih yang tengah. Di &lt;place st="on"&gt;&lt;city st="on"&gt;sana&lt;/city&gt;&lt;/place&gt; juga banyak pemuda-pemudinya, berharap nantinya suasananya akan asyik, penuh dengan tarian-tarian perut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mesin dinyalakan, perahu berjalan dan musik dimulai…seketika beberapa pemuda-pemudi mesir berdiri dengan semangat joget tari perut. Beberapa menit kemudian kamipun maju, diawali oleh pak subhan, irfan, saya dan mas agus. Kehadiran kami menghadirkan sesuatu yang lain buat pemuda-pemudi itu, entah karena joget kita lain (joget ngebor, dan joget gergaji), mereka senang, mereka ketawa melihat joget kami, dan persahabatanpun terjalin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sungai Nil, sungai terpanjang di dunia ini, meliputi tujuh Negara, namun karena negara yang paling maju dan kaya dari segi ekonomi dan sejarah adalah mesir diantara tujuh Negara itu, maka identiklah sungai Nile dengan mesir. Konon, kalau sudah sungai nile ini kering, maka itulah tanda kiamat sudah tiba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Corniche Abu Dhabi, saya melihat kemoderenan di sini, pantai buatan hasil alat-alat canggih. Awalnya, pantai itu adalah lautan lalu ditumpuk dengan pasir dibuat daratan, kemudian sekarang menjadi pantai yang indah sekali dengan background gedung-gedung tinggi megah pencakar langit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Beda dengan pinggiran &lt;place st="on"&gt;Nile&lt;/place&gt; yang dipenuhi oleh perahu-perahu tradisional, di sini bertumpuk speed boat. Beda juga dalam hal kebersihan dan perawatan, perawatan di sini sangat intensif sekali, dua puluh empat jam. Rumput-rumput biru tertata rapi, sejajar. Pohon-pohon palem tumbuh dewasa membawa angina yang sejuk. Ini semua akibat dari kemoderenan. Kemoderenan yang terkadang terasa angkuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hanya saja corniche tidak dapat menampilkan sisi sejarah apapun, kering akan sejarah, kecuali bukti nyata dari manusia, bahwa manusia sekarang sudah moderen. Bahwa manusia akan terus berkembang dengan akalnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Corniche, kosa kata yang berasal dari perancis yang artinya jalan di sisi tebing atau gunung. Ini bukan hanya terdapat di UAE, tapi juga di mesir, Saudi dan &lt;country-region st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;Lebanon&lt;/place&gt;&lt;/country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-7063255784498962301?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/7063255784498962301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=7063255784498962301' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/7063255784498962301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/7063255784498962301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/9-talang-siring-nile-dan-corniche.html' title='(9) Talang Siring, Nile dan Corniche'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S6JjnPkFq5I/AAAAAAAAACY/34Ki5_G6Xh8/s72-c/1_989061521l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-8889342856084689968</id><published>2010-03-16T22:05:00.005+04:00</published><updated>2010-06-23T22:35:30.658+04:00</updated><title type='text'>(8) 3 Negara.</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Tiap Negara pasti memiliki focus masing-masing dalam satu hal yang nantinya akan menjadi ciri dari setiap Negara itu, sudah banyak buku-buku yang membahas tentang ini, semisal mesir yang selama ini dikenal dengan alfu manaroh, karena banyak menara masjid menjulang dll. Kemudian saya mencoba dari sudut pandang pribadi, yang ditarik dari pengalaman saya selama tinggal di tiga Negara.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Di Negara dimana saya lahir,indonesia, focus public banyak di ranah politik, sehingga apapun itu bisa dijadikan senjata untuk berpolitik. Misalnya, dalam berapa puluh tahun ini yang marak adalah agama sebagai senjata politik untuk merebut kekuasaan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Bisa kita bayangkan, agama yang murni, tanpa cacat dan tanpa salah pada siapapun bisa begitu gampang dipermainakan di Negara saya ini hanya demi kekuasaan dan ambisius kelompok masing-masing. Apalagi hal-hal non agama, pendidikan, kesehatan dll, ini semua bisa menjadi focus politik para politikus sesaat, janji kampanye-terpilih-lupa janjinya (saking kebanyakan). kalau menurut pendapat saya para politikus-politikus itulah yang banyak menghabiskan uang Negara. Untuk satu kasus saja sudah menghabiskan miliaran.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Kurang lebih sepuluh tahun, energi Negara saya banyak tersedot untuk urusan politik, padahal kalau focus pada urusan ekonomi, bukan mustahil dalam waktu sepuluh tahun itu urusan kesejahteraan rakyat akan membaik. Tapi sayang politikus (dalam hal ini wakil rakyat) itu malah bukan mensejahterakan rakyat tapi sibuk mencari ganti dari uang yang dihabiskan dari pencalonannya dulu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Negara kedua bagi saya adalah Mesir. Di sini saya mengalami semacam tranformasi kepribadian dan wawasan. Negara yang memberi kebebasan wawasan dan pribadi bagi mahasiswa semacam saya. Kuliah gratis, mau aktif kuliah atau tidak terserah kita, mau pemikiran apapun juga ada tinggal milih buku semaunya, sudah tersedia, mau sholat atau tidak terserah. Mau jadi bajingan atau tidak, terserah. Kembali pada pribadi masing-masing.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Kondisi semacam itu bagi saya bukan sebuah kemunduran atau sebuah ketidak aturan bahkan saya jadika sebuat tantangan, bagaimana kita mengurus pribadi masing-masing di tengah alam alam bebas ini. Dalam kondisi ini saya merasa terntantang dituntut untu menjadi pribadi yang merdeka, berkarakter, tidak bergantung pada siapapun.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Mesir, memiliki focus pada "pembelajaran masyarakat" yang cukup tinggi. Tidak heran kegiatan dan sarana pembelajaran kerap kita temukan, bukan hanya di sekolah, tapi di mesjid-mesjid atau di kafe-kafe akan sering kita temuakan pembelajaran itu. Kalau di mesjid, semisal liqo' (semacam pertemuan, siapa saja bisa masuk, tanpa seragam atau tanpa buku, ustad menerangkan kitab). Kalau di kafe semisal diskusi dll.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Dalam hal fasilitas, pemerintah mesir mengucurkan dana besar-besaran untuk membuat program buku murah melalui (maktabah usroh) nya, misalnya, buku fenomenal "tahrirul mar'ah" karya qosim amin itu bisa kita dapatkan hanya seharga dua pond mesir, kalau kita kruss-kan 4000 rupiah, dan bukan hanya itu, karya-karya penulis barat juga diterjemahkan ke dalam bahasa arab yang kemudian bisa kita beli dengan harga yang cukup murah. saya kira inilah proyek fenomenal pemerintah mesir yang perlu diacungi jempol.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Tidak puas dengan mencetak buku-buku murah, pemerintah mesir melanjutkan dengan jor-jor-an iklan dengan Slogan "al-qiraoah lil jami'" membaca untuk semua. Tokoh utama dalam proyek ini yaitu ibu Negara mesir "suzan Mubarok" yang memanf dikenal dengan kegiatan2 sosialnya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Urusan politik di mesir sangat tertutup dan memang harus tertutup, apalagi mahasiswa asing seperti saya, jangan coba-coba ngomong politik. Pemerintah memang membungkam kran-kran politik agar tidak terusik kekuasaannya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Sekarang saya berada di UAE (&lt;place st="on"&gt;&lt;country-region st="on"&gt;united arab emirates&lt;/country-region&gt;&lt;/place&gt;), Negara yang penuh dengan ambisi ekonomi. Energi Negara ini tercurah pada ekonomi, proyek-proyek raksasa yang fenomenal telah dan sedang dirancang. Bukti nyatanya, burj &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;dubai&lt;/place&gt;&lt;/city&gt; (dirubah menjadi Burj Khalifah) yang diresmikan bulan kemarin. Gedung yang saat ini sedang memuncaki gedung tertinggi di dunia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Namun tidak lama lagi, gedung itu akan terkalahkan oleh &lt;placename st="on"&gt;Nakheel&lt;/placename&gt; &lt;placetype st="on"&gt;Tower&lt;/placetype&gt; yang masih dalam tahap pembangunan di &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;dubai&lt;/place&gt;&lt;/city&gt;. Coba ketik di google kemudian anda tulis "gedung tertinggi di dunia" maka akan anda lihat proyek-proyek gedung tinggi &lt;place st="on"&gt;&lt;city st="on"&gt;dubai&lt;/city&gt;&lt;/place&gt; akan berada di tiga teratas dari sepuluh gedung tinggi di dunia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Urusan politik dan pendidikan di sini memang tidak terlalu ramai, karena seolah-olah rakyat sini tidak butuh politik, mereka sudah terlalu nyaman dengan limpahan uang dan kesejahteraan yang diberikan oleh pemerintah. Namun juga ada sisi negatifnya, yaitu minimnya wawasan dan kekreatifan penduduk sini dalam segala sisi, mereka sudah biasa dimanja dengan sistem dan fasilitas yang beigitu nyaman, sehingga lupa akan pembelajaran. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Kalau seandainya, anda dalam posisi pemilih, anda memilih yang mana, milh focus ekonomi,rakyat sejahter tapi kering wawasan dan kekreatifan? Atau anda punya wawasan yang luas, tapi dengan ekonomi dan politik yang kering? Atau anda punya wawasan pembelajaran politik yang meriah, tapi kering ekonomi ?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-8889342856084689968?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/8889342856084689968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=8889342856084689968' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8889342856084689968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8889342856084689968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/8-3-negara.html' title='(8) 3 Negara.'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-616690132312964095</id><published>2010-03-15T20:46:00.008+04:00</published><updated>2010-06-23T22:37:30.667+04:00</updated><title type='text'>(7 Isu) Tertibnya Lalu Lintas</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S55p2R6tnFI/AAAAAAAAACQ/6BhG4ohXd2A/s1600-h/DSC00296.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448908980408392786" src="http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S55p2R6tnFI/AAAAAAAAACQ/6BhG4ohXd2A/s320/DSC00296.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 320px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 240px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*Mobil diparkir lebih dari 15 hari, Diangkut ke kantor polisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berita hari ini, di gulf news, Abu dhabi menyiapkan radar yang mereka sebut "sniper", setidaknya 300 penembak jitu mobil pelanggar itu akan ditugaskan pada lokasi yang berbeda-beda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Alasan pemerintah karena ingin menekan angka kecelakaan dan membuat nyaman para pengendara mobil serta tertibnya lalu lintas. biar pengguna mobil lebih berhati-hati jangan sampai melanggar kecepatan lalu lintas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lalu lintas adalah tolak ukur dari perberadabannya sebuah masyarakat. Masyarakat yang sering melanggar artinya bukan masyarakat disiplin, sedangkan kedisiplinan adalah cermin dari terbentuknya sebuah peradaban.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kalau kita mungkin Tanya pada orang-orang sukses, maka mayoritas akan menjawab bahwa kiat mereka dalam menuai sukses, salah satunya adalah kedisiplinan, contoh kecilnya, mengapa Bapak Polisi dan tentara bisa lebih tegap dan lebih kuat daripada kita, jelasnya, karena mereka disiplin latihan badan tiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kawasan lalu lintas &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;abu dhabi&lt;/place&gt;&lt;/city&gt;, selama setahun, dan selama berkali-kali saya merasakan kondisi lalu lintas, dengan tegas saya katakan sangat disiplin, sehingga terlihat sangat tertib dan rapi. Sedikit sekali pelanggar lalu lintas. Padahal di jalan2 polisi tidak terlalu banyak melakukan pemeriksaan, atau berdiri di salah satu ruas jalan dengan mengamati pelanggar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tidak, malah kalau saya nilai, jarang sekali polisi mengamati pelanggar atau dengan menilang mobil di tengah jalan, yang kemudian menarik perhatian pengemudi yang lain, dan justru menggangu lalu litas, karena macet. Mungkin kalau salah parkir sering, polisi menyamperi, tapi kalau ketika berjalan lantas dicegat sangat jarang sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ketika saya bertanya kepada senior di sini, dia bilang " wah ente gak tahu nu" kaget saya, apa yang tidak tahu bang "di sini ini udah canggih, gak musim lagi polisi berdiri di pinggir jalan, sekarang sudah ada polisi lebih canggih lagi, dan dijamin tepat sasaran" wah masak iya bang, timpalku. Ketika itu kami memang perjalanan ke &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;dubai&lt;/place&gt;&lt;/city&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"itu, itu liat itu," tunjuknya sambil mengarah pada sesuatu yang berada di trotoar pemisah dua jalan. Saya melihat barang itu tertutup, saya mengira itu barang PLN sini atau Kotak punya "Telkom Abu Dhabi". "itu dia coy, radar",&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya kaget, saya menoleh lagi, memastikan bahwa itu memang radar, ada lampu sinar dari kotak itu, "wah iya tuh, ada cahayanya bang", "hmm…berarti diantara mobil ini ada yang melanggar tuh" jawab seniorku itu. Wah, canggih bener ya, dan strategis sekali pemasangannya, orang yang tidak hati-hati akan terkoceh, karena memang letaknya yang tersembunyi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tiba-tiba saya teringat sesuatu, kira2 &lt;city st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;lima&lt;/place&gt;&lt;/city&gt; bulan lalu, saya disuruh mengantar karyawan kantor, dipulangkan, si Allan, yang juga sahabat saya dari philipine. Ketika itu saya menaiki taksi, sopirnya orang Pakistan-daerah pattani. Hamper sampe bandara, dia ngebut, tiba-tiba dia kaget ketika ada sinar seperti petir, saya Tanya "kenapa kaget?" "tampangnya yang berewok keliatan pucat, sambil berkata "bukroh yaji gharomah" artinya, besok saya kena sanksi "loh?" iyah, barusan kena radar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sepulangnya dari bandara, saya dan sopir tadi pelan-pelan sekali, kembali saya menoleh mungkin di sini ada bacaan, wah ternyata itu dia tulisannya, "reduce the speed road Monitored by radar". Saya sambil menunjuk dan menerjemahkan ke sopir apa yang di papan itu, saya juga bertanya apa memang dia tidak tahu itu?. Dan setelah diusut ternyata dia sopir baru, baru dua bulan, dan hanya dua kali dia kesini. Hoho…that is your problem brother mengapa gak hati2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Melihat sistem radar seperti ini, saya rasa sangat efektif sekali, terutama di tempat-tempat rawan dan jalan-jalan panjang. Pernah suatu kali, saya diajak senior yang lain untuk pergi jalan-jalan malam, jam tangan sudah pukul 02.00 pagi, tapi lampu lalu lintas masih aktif, padahal ini pinggiran kotanya, dan para pengguna jalan masih mematuhi warna-warni di lampu itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya kemudian membayangkan jika sistem ini diterapkan di mesir, mungkin radarnya akan kewalahan, bahkan pusing saking banyaknya pelanggaran. Kaca spion mobil tinggal satu, kaca pinggir mobil rusak hanya kaca depan yang tersisa, belum lagi ngebutnya, karena memang kota ini konon sengaja dibiarin biar keliatan kuno, di ibu kota mesir, kairo, lampu lalu lintas aja gak ada, jadi polisi wajib militer aja yang mengatur,walaupun aba-abanya sering salah…hehehe…tapi bagaimanapun kairo memang unik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya kemudian juga membayangkan bagaimana kalau di &lt;country-region st="on"&gt;&lt;place st="on"&gt;Indonesia&lt;/place&gt;&lt;/country-region&gt; diterapkan seperti itu, paling tidak ditempat-tempat rawan perampok, atau ditempat yang tidak mudah dijangkau. Setidak ini untuk pendisiplinan masyarakat kita untuk patuh peraturan kapan dan dimanapun. Karena dengan begini, lalu lintas akan tertib, dan tingkat kecelakaan akan semakin berkurang. Negara baik adalah Negara yang menghargai hidup dan kehidupan warganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-616690132312964095?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/616690132312964095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=616690132312964095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/616690132312964095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/616690132312964095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/7-isu-tertibnya-lalu-lintas.html' title='(7 Isu) Tertibnya Lalu Lintas'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S55p2R6tnFI/AAAAAAAAACQ/6BhG4ohXd2A/s72-c/DSC00296.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-1090832373902258276</id><published>2010-03-11T20:19:00.005+04:00</published><updated>2010-03-11T20:40:27.361+04:00</updated><title type='text'>(Isu 6) Malam Jum'at</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S5kYNDVe_AI/AAAAAAAAACI/6eLejbqfD2o/s1600-h/Abu_Dhabi_Corniche_Mall.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S5kYNDVe_AI/AAAAAAAAACI/6eLejbqfD2o/s320/Abu_Dhabi_Corniche_Mall.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447411836794108930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Malam jum'at di Negara-negara Arab layaknya malam minggu di Indonesia, senyum bahagia bisa istirahat setelah bekerja selama seminggu hadir menghiasi wajah. Begitu bahagianya menyambut akhir pekan.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Muda-mudi seperti biasanya, berjalan ke tepi pantai, pergi ke taman Cornice sambil bergandeng tangan, tertawa mesra di atas kursi taman, menandakan bahwa ada rindu tiap pekan, di mana aku dan kamu bisa pergi bersama dan berbagi cerita.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sebagian juga ada yang ke diskotik, merayakan dengan sorak-sorai kegaduhan musik dan lampu disco. Berjoget mengikuti dentakan lagu keras. Minum alcohol, sambil bersulang chress…kemudia berucap I love honey.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Uniknya,  tiap Negara ada diskotik masing-masing, tapi siapapun bebas bisa masuk ke tempat-tempat itu, hanya nama dan mayoritas pendatang di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; memang dari Negara asli. Sejauh yang saya tahu, negara-negara yang punya diskotik, &lt;st1:city st="on"&gt;Philipine&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Bangladesh&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Nepal&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ethiopia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Eropa.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Untuk orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, mereka kebanyakan melewatkan akhir pekan di Dua restoran &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang terletak di jantung &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Rasa kangen pada makanan melebihi segalanya bagi orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Di dua restoran itu kita memang dimanja dengan menu-menu yang nikmat sekali, dan bisa dipastikan semua jenis makanan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tersedia disana.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Rasa kangen keluarga, teman dan lingkungan bisa terobati dengan hidangan ala &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, setidaknya bagi saya pribadi. Dua restoran itu adalah : Bandung Restoran, dan Sari Rasa Restoran. bagi anda yang mempunyai kerabat yang tinggal di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, mereka pasti akan akrab sekali dengan nama restoran tadi.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Malam jum'at di Abu Dhabi lain halnya dengan malam jum'at di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, di kampong saya, setiap malam jum'at malah dianggap kramat, apalagi malam jum'at kliwon. bahkan Konon di malam inilah sering ada hantu. Tapi alhamdulillah Mitos Kramatnya malam jumat sudah menipis.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Namun di sisi lain Saya  Bangga, karena Di setiap malam jum'at ini, warga kampong desa saya  selalu membaca yasin bersama-sama, berkelompok, mereka  menamakan dengan "kolom jum'atan", sesuatu yang patut disyukuri dan saya kira perlu dilestarikan keberlangsungannya.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Awalnya saya membenci aktifitas ini, karena ini dianggap bid'ah. Tapi setelah saya mondok ditambah lagi pemahaman toleransi mazhab yang diajarkan Al-Azhar, saya kemudian bisa mengambil faedah dari acara-acara keagamaan seperti ini, salah satunya, tumbuh suburnya ruh keagamaan dalam diri warga, sehingga bisa menambah keimanan. Saya membayangkan kalau tidak ada kegiatan seperti ini, maka kegiatan keagamaan akan kering keronta, tak bernyawa.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Malam jum'at, di sini adalah malam bahagia, malam kasih sayang bagi mereka yang mempunyai pasangan. Tapi "apa artinya malam minggu, bagi orang yang tidak mampu, mau ke pesta tak tak mampu (rhoma irama)", tidak mampu di sini saya artikan bukan hanya tidak punya duit, tapi juga tidak punya pasangan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Malam jum'at di mana saya hanya bisa memegang bantal guling…..hehehehe&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-1090832373902258276?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/1090832373902258276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=1090832373902258276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/1090832373902258276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/1090832373902258276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/isu-6-malam-jumat.html' title='(Isu 6) Malam Jum&apos;at'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S5kYNDVe_AI/AAAAAAAAACI/6eLejbqfD2o/s72-c/Abu_Dhabi_Corniche_Mall.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-2339971918827329033</id><published>2010-03-10T21:42:00.006+04:00</published><updated>2010-03-12T18:36:57.155+04:00</updated><title type='text'>(5) Polisi UAE, Profesional dan Berwibawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S5fbNBGm1kI/AAAAAAAAACA/h7NaUVwR85o/s1600-h/17347785.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S5fbNBGm1kI/AAAAAAAAACA/h7NaUVwR85o/s320/17347785.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447063291008833090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;* Foto Kepala Kepolisian dubai (Dahi Khalfan Tamin) saat menerangkan masalah pembunuhan pimpinan hamas. diunduh dari gulf news&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Citra polisi di sini masih bersih, oleh karenanya mereka disegani oleh masyarakat, dank arena disegani itulah mereka berwibawa. Bersih dalam artian bebas dari bentuk KKN, salah ya salah tidak ada cara damai dengan menempelkan uang ke tangan polisi, benar ya benar, seolah-olah penegakan hokum adalah harga mati bagi mereka.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Menurut saya, kewibawaan polisi itu tercermin dari patuhnya masyarakat terhadap peraturan sesuai peraturan negara. Kalau saya boleh menilai, di antara tiga Negara yang pernah saya singgahi, Negara inilah yang paling teratur dan tertib, baik dari segi ketertiban lingkungan ataupun ketertiban Negara.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Ratusan orang dari berbagai Negara bermukim di UAE. Mayoritas dari mereka adalah pekerja dan pelaku bisnis yang mencari penghidupan di sini. Tak jarang terjadi benturan kepentingan antar mereka dengan berbagai kasus criminal. Tentu ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi polisi UAE untuk menunjukkan bahwa mereka adalah polisi professional sekaligus berwibawa.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Hal itu saya kira sudah terjawab oleh polisi UAE itu sendiri, terbukti mereka bukan hanya berwibawa tapi mereka juga membubuhkan prestasi. contohnya bisa kita lihat pada korps polisi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang akhir-akhir ini membuat geger masyarakat international. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Setidaknya gulf news mencatat, bahwa ada tiga prestasi bertaraf international yang patut dicatat, pertama pengunkapan perampokan yang dilakukan oleh gang yang bernama "Pink Panther di tahun 2007 yang di dukung langsung oleh syeikh ali maktum, Wakil presiden UAE sekaligus pemimpin &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Prestasi kedua, pengungkapan pembunuhan artis cantik Lebanon Suzanne Tamem yang otak pelakunya adalah milliuner mesir "Hisyam Talaat". Pembunuhan itu dilakukan terungkap setelah aparat kepolisian &lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:city&gt; melakukan penyisiran TKP dan melalui barang-barang bukti yang ada, maka polisi &lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:city&gt; pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanggal 10/08/2008 mengumunkan telah menangkap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelaku pembunuhan itu, kawasan elite &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Palm Jumairah adalah tempat terjadi pembunuhan&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Prestasi ketiga, adalah pembunuhan petinggi Hamas Mahmoud Al-mabhouh, yang ditemukan tewas pada tanggal 19 january di salah satu hotel dekat bandara &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; (Al-Bustan Hotel). Tidak lebih dari 24 jam polisi &lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:city&gt; dapat mengungkap siapa yang berada di balik pembunuhan tadi, yaitu agen Mossad &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Dari sini saya dapat mengambil kesimpulan, asas pertama bagi aparat keamanan baik polisi ataupu militer adalah kesejahteraan mereka. Maka jangan pernah berharap aparat keamanan itu akan berwibawa di mata masyarakat dan professional dalam memecahkan kasus kalau tidak didukung oleh kesejahteraan dari pemerintah.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Tanpa kesejahteraan mereka akan berpikir kemana-mana, apalagi lolosanya seorang ke korps (polisi atau Militer) itu melalui makelar yang mengharuskan membayar mahal, maka ketika mereka sudah menjadi polisi mereka akan mencari ganti dari uang yang mereka keluarkan dengan berbagai cara, ya KKN itu, kalau tidak memeras penduduk, menjadi backing bagi penjahat, dll.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Maka, gaji  adalah unsur penting dari terbentuknya aparat yang professional dan berwibawa. Polisi UAE memiliki itu, dengan kata lain, berbeakal gaji besar mereka merasa cukup untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik tanpa takut imingan uang dari pihak lain.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-2339971918827329033?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/2339971918827329033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=2339971918827329033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/2339971918827329033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/2339971918827329033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/5-polisi-uae-profesional-dan-berwibawa.html' title='(5) Polisi UAE, Profesional dan Berwibawa'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S5fbNBGm1kI/AAAAAAAAACA/h7NaUVwR85o/s72-c/17347785.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-6704492278761712203</id><published>2010-03-09T11:51:00.001+04:00</published><updated>2010-03-09T11:52:36.941+04:00</updated><title type='text'>(Isu 4) SuSahnya mencari parkiran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Beberapa hari yang lalu, tetangga kantor mengeluh dengan semakin susahnya dia mencari tempat parker, "dulu" katanya ketika di mulai cerita "setahun lalu tidak seperti ini, saya datang dari kantor mobil langsung plong nemu tempat parker di depan apartemen, eh sekarang, harus muter-muter dulu, bahkan pernah saya memarkir mobil di sana tuh" sambil menunjuk tempat di dekat Emirates restorant yang kira2 berjarak 50 meter.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Bukan hanya sekarang saya menemukan keluhan semacam itu, hal itu sudah saya dengar sejak peristiwa jatuhnya perekonomian &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; itu. Alasannya, karena banyaknya mobil-mobil &lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:City&gt; yang pindah ke &lt;st1:city st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:City&gt;, ketika usaha di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak lagi kondusif maka mereka pergi ke abu dhabi.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Dengar kabar, malah bukan hanya parkiran yang dikeluhkan di abu dhabi sekarang, mereka juga merasakan traffic jump yang begitu panjang, sehingga mereka berlomb-lomba untuk berangkat paling pagi, biar tidak terjebak macet.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Krisis &lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:City&gt; memang sedikit membawa dampak pada tempat parker di abu dhabi, malah aparat polisi &lt;st1:city st="on"&gt;abu dhabi&lt;/st1:City&gt; sekarang memberlakukan "bayar parkir" di sebagian tempat, hal yang dulu-dulunya belum pernah diterapkan di abu dhabi, dan hanya ada di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Tapi, mungkin karena melihat suasana parkiran mobil yang semakin sulit dan tidak kondusif, cenderung sembarangan, maka mereka merberlakukan peraturan bayar parkir dengan waktu-waktu tertentu. 1 dirham parkir hanya di kasih 2 jam. Lebih dari dua jam maka akan ada tanda "anda telah ditilang" "mukholaf" .&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Nah, kalau sudah seperti itu, anda kena denda dan pelanggaran parkir mobil akan tertera di draft rilist kendaraan anda di kepolisian. Enaknya, peraturan dan pelanggaran di Negara sini bisa kita chek lewat internet dan bisa kira bayar lewa bank. Jadi tak perlu repot-repot kesana sini, tinggal bayar lewat bank, pakei hp atau laptop anda sudah cukup, hal seperti inilah yang saya dambakan di Indonesia, dengan fasilitas serba canggih tapi aman, jadi bisa menghemat waktu dan tenaga, bisa nggak ya?&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Cara membayar parkir di sini, juga tidak repot-repot amat, tinggal masukkan koin dirham ke dalam kotak machine, setelah itu keluar kertas yang menandakan anda sudah bayar parkir, kemudian tempelin di bagian depan dalam kaca mobil, sekiranya, ketika ada pemeriksaan maka polisi akan melihat kertas itu. Praktiskan?&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Meskipun tanpa tukang parkir, anda jangan khawatir akan kehilangan sesuatu di mobil anda, dijamin aman. entah kenapa tangan-tangan disini jarang sekali yang jahil. Lagi-lagi jawabannya kembali lagi pada factor ekonomi, mungkin karena ekonomi di sini kuat, semua serba kecukupan, semua pada bekerja, maka keisengan dan kejahilan tidak terfikir apalagi melakukannya.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Saya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berada di musaffah, suatu daerah yang memakan waktu setengah jam-an dari abu dhabi, bisa dibayangkan, di daerah sini aja, sudah banyak yang mengeuhkan tentang parkiran, apalagi di kotanya. Tapi kalau saya melihat beberapa bangunan besar baru di abu dhabi, ada hal solutif yang bisa dicontoh pembanunan di kemudian hari, yaitu pembangunan kantor atau mall disertai juga dengan pembangunan gedung parkir, jadi bisa mempermudah pemarkiran.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Saya sangat setuju dengan pembangunan semacam ini, jadi bisa lebih mempermudah dan memperbanyak tempat parkir.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-6704492278761712203?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/6704492278761712203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=6704492278761712203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6704492278761712203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6704492278761712203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/isu-4-susahnya-mencari-parkiran.html' title='(Isu 4) SuSahnya mencari parkiran'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-3582344845970026865</id><published>2010-03-04T21:59:00.003+04:00</published><updated>2010-03-04T22:02:35.436+04:00</updated><title type='text'>Isu (3) Perempuan Dalam Dunia Bisnis</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Terus terang, mengenai teori bisnis saya tidak mengerti apapun, baik bagaimana menjadikan bisnis laris di pasaran, atau bagaiman membuat bisnis berkembang menjadi besar, dll. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Namun sudah berapa hari ini saya terusik dengan obrolan-obrolan di kantor atau di tetangga-tetangga kantor tentang " perempuan bisa melariskan dagangan", " perempuan bisa menarik peminat pembeli", "perempuan bisa mencairkan suasana", dan banyak lagi obrolan yang menyimpulkan tentang peran perempuan dalam dunia bisnis, terutama fokusnya pada perempuan philipine.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Dalam suatu obrolan saya pernah menanyakan alasan, mengapa seperti itu? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sesorang kemudian menjawab "Karena memang tabiat lelaki suka sama perempuan" dia menyambung " dan memang semua orang senang pada kelembutan dan kelembutan itu ada di dalam diri perempuan". Wah bisa juga jawaban orang itu, saya berkata dalam hati&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Semenjak saya menginjakkan kaki di kantor typing ini, mungkin karena saya dikira orang philipine, hamper tiap melayani costumer pelaku bisnis, saya selalu ditanya kira-kira begini : "apakah kamu punya kerabat atau teman perempuan yang mau bekerja di sini? " kemudian mereka terkadang meneruskan "yang agak freshlah" lalu sambil tersenyum (kata-kata fresh disni, maksudnya yang agak cantik gitu), saya menyikapi terkadang dengan membalas senyum mereka, meskipun terkadang hati ini merasa jengkel, karena saya bukan dari philiphine saya indonesia (Baca : Wajah Flexibel). (hiks)&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Jamak diketahui, di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;abu dhabi&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, perempuan philipine  mayoritas bekerja di kantor, toko, mall, rumah sakit, serta di pelayanan-pelayanan public lainnya. Kalau menurut obrolan yang selama ini saya dengar, selain karena pinter berbahasa inggris (oral), mereka juga mempunyai keistimewaan lain, yaitu kulit yang kuning langsat, bersih, body seksi, serta diasumsikan memiliki kebebasan dalam pergaulan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Mungkin kalau kita melihat kenyataan, pendapat mereka tentang pentingnya peran perempuan dalam bisnis bisa diterima dan ada benarnya, cobalah anda lihat di kantor, toko, apalagi mall di sekeliling anda, maka anda akan saksikan kebenaran pendapat itu.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Di kantor saya sendiri, ada satu orang cewek dari philipine, entah dengan maksud apa bos memasukkan cewek di sini, padahal kalau dilihat dari kualitasnya, ,maaf saja, cewek itu tidak qualified dalam bidang typing ini.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Tapi setelah satu tahun tiga bulan bekerja dalam pekerjaan dan kantor yang berbeda, namun dua-duanya terdapat perempua, saya merasakan memang anda nuansa lain, terasa gimana gitu..hmm…gini, pernah suatu ada pelanggan marah, karena kita mengerjakan pesanannya tidak tepat waktu, ketika pegawai perempuan itu datang, maka cairlah suasana, yang tadinya si bapak itu marah-marah berubah menjadi senyum….(oke, saya kasih kalian waktu lagi) katanya bapak itu……hore….&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kesimpulan saya, Jaman sekarang perempuan dalam bisnis, menjadi demikian penting..…penting sekali…..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-3582344845970026865?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/3582344845970026865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=3582344845970026865' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/3582344845970026865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/3582344845970026865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/03/isu-3-perempuan-dalam-dunia-bisnis.html' title='Isu (3) Perempuan Dalam Dunia Bisnis'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-8662936611214542475</id><published>2010-02-11T20:42:00.006+04:00</published><updated>2010-02-11T21:02:26.155+04:00</updated><title type='text'>Isu-Isu Pinggiran Abu Dhabi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S3Q3ALa-BJI/AAAAAAAAAB4/jN-PsZvYgOA/s1600-h/SDC10710.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S3Q3ALa-BJI/AAAAAAAAAB4/jN-PsZvYgOA/s320/SDC10710.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437031126348465298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;*(foto) salah satu Pelanggan Tetap (dari Syria) dia membawa isu yang menggembirakan terus,,,mentang Banyak Proyek dia(Abu Lait)&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Semakin banyak Customer (pelanggan) datang, semakin banyak juga isu, info atau cerita pinggiran yang berasal dari berbagai sudut di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Hal ini menarik buat saya, karena jelas ini adalah isu-isu yang berasal dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;abu   dhabi&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sendiri, terutama bagi kami pendatang.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Diantara Isu yang paling banyak dibincangkan adalah "Peraturan Yang Tidak Tetap, Selalu Berubah", peraturan apapun di sini terutama tentang imigrasi dan perizinan memang terlalu sering mengalami perubahan. Enam bulan yang lalu saya pernah mendengar bahwa tidak ada bond di peraturan imigrasi (sanksi tidak boleh masuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;abu dhabi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dalam waktu tertentu, biasanya sanksi ini diberikan sponsor (kafil) untuk para pekerjanya yang dianggap melanggar), tapi beberapa hari kemudian, saya mendengar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bahwa bond sudah berlaku lagi. Jadi para kafil (sponsor) yang mau mem bond, bisa lagi.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Peraturan yang sering berubah, terkadang membikin kesal para pendatang terutama bagi mereka yang selalu berurusan dengan pihak imigrasi dan Kementrian pekerja (Ministry of Labour) kebanyakan adalah para pebisnis pendatang, Contracor, yang mana harus selalu berurusan dengan keduanya, untuk mendatangkan para pekerja dari berbagai negara. Sampe mereka menyebutnya "setiap hari kamu bangun tidur, maka akan kamu temukan peraturan baru". &lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun hal ini hanya memberikan rasa kesal saja tidak berdampak negative, mengingat tingginya keuntungan yang mereka dapat, rasa kesal akibat seringnya peraturan berubah hilang begitu saja ketika mereka dihadapkan dengan untung yang mereka dapat, kesal yang terobati.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Isu kedua adalah, satu tahun lagi &lt;st1:city st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:city&gt; bernasib seperti &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Memang masyhur diketahui bahwa kondisi perekonomian &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sekarang lagi jatuh, tapi menurut perkiraan saya hal ini tidak akan terjadi terhadap abu dhabi. Setelah saya Tanya pada mereka yang mengatakan begitu, mereka malah menjawab tanpa alasan yang logis, alasannya paling-paling berkisar :&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Pertama, banyaknya proyek pembangunan yang sudah selesai di abu dhabi (dalam Hati, saya menjawab : wah kata sapa banyak yang selesai, wong bangunan di sekitar sini aja banyak yang belum, apalagi masih banyak rancangan proyek2 besar di abu dhabi yang masih mau digarap oleh pemerintah, ngacok nih orang), kedua, sekarang company yang dulu mereka kerja tutup, tidak ada pekerjaan, jadi mereka pulang ke Negara mereka (kembali saya jawab dalam hati, mungkin perusahaan kamu tidak memiliki kapabelitas yang memadai untuk bekerja dan menarik costumer, mungkin juga kurang beruntung, enak aja).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dan juga, setelah saya perhatikan orang-orang yang membawa isu demikian adalah costumer pekerja yang tidak berskill (incapability) dan juga pekerja-pekerja berpangkat kecil, yang tidak tahu banyak tentang abu dhabi, saya kira, isu hancurnya ekonomi abu dhabi dalam satu tahun lagi itu timbul karena mereka kesal tidak menemukan pesanan pekerjaan sehingga akhirnya pulang ke negaranya, dan timbullah isu itu. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-8662936611214542475?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/8662936611214542475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=8662936611214542475' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8662936611214542475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8662936611214542475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/02/isu-isu-pinggiran-abu-dhabi.html' title='Isu-Isu Pinggiran Abu Dhabi'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/S3Q3ALa-BJI/AAAAAAAAAB4/jN-PsZvYgOA/s72-c/SDC10710.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-3274452326393392412</id><published>2010-02-02T21:11:00.002+04:00</published><updated>2010-02-03T09:22:35.813+04:00</updated><title type='text'>Biasa-Biasa Saja</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Saya sekarang lagi terapi, membiasakan bagaimana menyukai sesuatu atau mencintai bahkan membenci sesuatu dengan biasa-biasa saja, 50% dan 50%. selama masa terapi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;efeknya bisa lebih enak, bisa lebih nyaman. Hidup terasa ringan, tidak terbebani, baik untuk mencintai ,menyukai atau membenci.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kata Al-Qur'an, kau membenci sesuatu padahal itu baik untukmu, atau kau menyukai sesuatu padahal itu tidak baik untukmu. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; juga yang mengatakan. Cintailah sesuatu biasa saja, karena bisa jadi orang yang kau cintai akan kamu benci, dan sebaliknya, bisa jadi orang yang kau benci akan kau cintai.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Fokus dasar terapi saya ini pada harta dan benda, karena saya anggap sebagai cobaan terbasar dalam hidup, dan bila kita tarik pada wahana yang lebih luas lagi, maka kita akan temukan fakta, "mencintai harta berlebihan akibatnya berdampak pada diri sendiri ataupun masyarakat".&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lihat apa yang dilakukan para koruptor bangsa, "karena mereka menyukai harta berlebihan, maka mereka melakukan apapun untuk mendapatkannya "korupsi", meskipun dengan berkorban, hilangnya harga dirinya atau laparnya masarakat.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Fokus kedua adalah, Sesuatu yang selama ini saya cintai, kawan, teman, pacar, keluarga, ataupun tokoh-tokoh yang selama ini saya kagumi. saya mulai membiasakan mereka dengan berbagai macam istilah, diantaranya "semua itu bukan saya yang berhak mencintai mengagumi mereka, cinta saya tidak berguna bagi mereka, dibandingkan cintanya tuhan pada mereka. Dan mereka bukanlah milik pribadi saya, tapi pemiliknya adalah tuhan".&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Fokus ke tiga, adalah harapan. Saya sendiri selama ini sering terlalu berharap, "berharap lebih", sering kecewa, sering kesal, karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Seringkali saya berharap pada partner atau rekan kerja, tapi semua itu selalu menimbulkan kekecewaan. Mungkin karena sering kecewa itulah, salah satu alasan mengapa saya melakukan terapi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jadi cinta, suka , benci dan kagum ataupun berharap, boleh-boleh saja, tapi kita sikapi dengan biasa-biasa saja, janganlah terlalu mencintai dan janganlah terlalu membenci. Biar kita ditinggal sama orang yang kita cintai, maka kita tidak terlalu larut dalam kesedihan, ataupun kalau kita mendapatkan apa yang kita harapkan, kita tidak terlalu larut pada kesenangan. innalillahi wa innailaihi rojiun, segala yang ada didunia ini semua akan kembali kepada Allah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-3274452326393392412?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/3274452326393392412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=3274452326393392412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/3274452326393392412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/3274452326393392412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/02/biasa-biasa-saja.html' title='Biasa-Biasa Saja'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-4658059735021606323</id><published>2010-01-21T20:17:00.001+04:00</published><updated>2010-01-21T20:21:35.350+04:00</updated><title type='text'>Semoga Tidak!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dua bencana di timur tengah saat ini; bencana pertama, organisasi teroris yang kerap kali tidak segan-segan menghabisi nyawa manusia. Teroris adalah isu lama yang telah mencoreng wajah timur tengah dan islam. Dulu (Ikhwan Muslimin) dll, Namun sekarang mereka muncul dengan kekuatan dan sistem batu. Beberapa waktu lalu amerika menjustifikasi bahwa yaman adalah pusat Al-Qaeeda (salah satu organisasi teroris), hal ini lagi-lagi mencoreng nama timur tengah dan Islam.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Dulu, sistemnya adalah sentralisasi kepemimipinan, tapi sekarang, mereka mendapatkan mandat bahwa tanpa menunggu perintah pemimpin pusat mereka dapat bergerak dan melaksanakan aksi. Yang lebih canggih lagi adalah, mereka sekarang tidak tergantung kepada sosok sentral dalam kepemimpinan. Jadi meskipun pemimpin mereka ditangkap atau dibunuh, maka mereka akan tetap eksis, karena visi mereka bukanlah pemimpin tapi visi sudah menjadi ideology mereka yang tumbuh subur dalam otak.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Negara yaman adalah Negara baru bagi mereka (tumbuh dan subur), setelah irak, sudah, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Afghanistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan perbatasan Pakistan-Afghanistan. Menurut beberapa pengamat, Yaman adalah tempat strategis untuk mengontrol aktifitas organisasi mereka .&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kekhawatiran saya saat ini adalah, akankah teroris ini akan menjalar ke tempat-tempat lain di timur tengah, terutama abu dhabi, melihat banyaknya orang-orang yaman yang berdomisili di sini, atau akankah teroris itu menjadikan Abu dhabi sebagai musuh mereka, dilihat dari pertama, banyaknya perusahan-perusahan yang dirintis ataupun dibangun oleh orang Non muslim? Kedua, kehidupan UAE khususnya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang cenderung berlawanan dengan prinsip mereka? Ketiga, dekatnya perbatasan antara &lt;st1:country-region st="on"&gt;iran&lt;/st1:country-region&gt; dan UAE, sedangkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;iran&lt;/st1:country-region&gt; diisukan sebagai penyokong gerakan teroris itu, sebagai bentuk perlawanan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; terhadap amerika.Semoga tidak.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Bencana kedua adalah bencana alam banjir besar yang dimulai dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Saudi   Arabia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; beberapa waktu lalu, sekarang banjir itu melanda mesir, akankah ini menjadi permulaan dari bencana-bencana alam lain di timur tengah? wallahu a'lam, semoga saja tidak.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Namun, jika kita melihat pada bencana alam yang selama ini terjadi, yang sifatnya pasti sama, contohnya, ketika di Amerika terjadi bencana, maka beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Negara di sekitan Amerika akan terjadi bencana, akankah ini permulaan dari bencana alam di timur tengah. Meskipun hanya banjir, tapi ini akan berpengaruh pada suasana alam.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Keanehan-keanehan perubahan alampun sekarang muncul di Abu dhabi, misalkan, musim dingin sekarang tidak sedingin dulu, bahkan di waktu siang, akan terasa panas, dulu musim dingin adalah musim di mana orang harus memakai jaket baik siang atau malam, karena cuaca yang sangat dingin, tapi sekarang, saya bebas tanpa jaket, cukup baju lengan panjang, karena cuaca yang tidak dingin. Namun ketika musim panas datang, panas itu seolah-olah memanggang hidup2 tubuh ini dengan angka 50 derajat Celsius. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-4658059735021606323?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/4658059735021606323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=4658059735021606323' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/4658059735021606323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/4658059735021606323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/01/semoga-tidak.html' title='Semoga Tidak!'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-3456006359643686677</id><published>2010-01-20T11:59:00.007+04:00</published><updated>2010-01-21T09:40:07.184+04:00</updated><title type='text'>Untung Rugi dan Kemanusian</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kalau anda seorang pebisnis, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kerap akan anda temukan kata-kata untung dan rugi. Kalau anda tidak untung dalam usaha anda ya rugi, begitu juga sebaliknya kalau anda tidak rugi ya untung. Hal ini sesuai dengan profesinya sebagai pedagang, dan di waktu dia berdagang.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Namun, Patokan untung dan rugi pada zaman sekarang sudah melampaui dunia bisnis, dalam artian sudah merambah pada interaksi social sehari-hari. Bahkan bisa juga sudah menjadi watak dari pola piker sebagian dari manusia. Atau mungkin, pikiran itu sudah menjadi trend manusia modern termasuk kita sendiri, dengan tanpa sadar? Jika benar begitu. Habislah kemanusian?&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Contoh yang paling gampang dan menjadi tontonan atau bacaan kita sehari-hari adalah gerak-gerik politikus dan pejabat negera kita. Lihat bagaiman mereka bertikai mencari keuntungan, baik untuk partainya ataupun untuk pribadinya. Mengusut bank bermasalah saja, dipermasalahkan dari partai mana ketuanya? meng-untung-kan nggak untuk partai? Inikan namanya bisnisman politik, bukan lagi politikus yang mementingkan norma kebenaran manusia secara umum.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Fenomena untung-rugi, banyak kita lihat dalam hubungan persahabatan. Persahabatan itu akan melekat ketika dia mempunyai hal yang meng-untung-kan buat kita. Kita bersilaturrahmi lewat telfon, ber-akrab-akrab dengan dia, menanyakan kabar tiap akhir pekan dll. Tapi ketika dia tidak lagi meng-untung-kan buat kita, maka dengan sendirinya, kebiasan di atas akan lenyap sedikit demi sedikit. Mungkin sering kita tidak sadar dengan hal-hal seperti itu, namun sebenarnya kita sudah terjebak dalam pola piker untung-rugi dalam persahabatan, tanpa mementingkan arti persahabatan yang lebih bernilai kermunian menyayangi manusiaan tanpa memandang untung atau rugi. Inilah pelaku bisnis dalam persahabatan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Bukan hanya dalam hal persahabatan, dalam keluargapun banyak kita temukan. Misalkan seseorang yang mempunyai uang banyak atau kedudukan yang tinggi, maka saudara-saudanya yang lain akan mengaku saudara padanya, bahkan yang tidak memiliki hubungan apapun akan menghubungkan persaudaraan. Namun, ketika dia jatuh dari kursi dan hartanya, maka semuanya akan menjauh, menjauh seperi tidak pernah lagi terjalin persaudaraan antara mereka.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Di UAE sering saya menemukan "matinya kemanusiaan", "matinya perasaan", "matinya hati". Semua serba berpola piker bisnis, bisnis dan bisnis. Mungkin pola pikir ini dampak dari minimya pendidikan dan minat untuk berpendidikan di UAE. Minat bisnis (menghasilkan uang ) lebih besar dari minat berpendidikan mereka. Gedung-gedung tinggi pencakar langit itu telah menjadi penghalang nilai-nilai kemanusian mereka.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Layaklah kalau banyak orang mengatakan "tidak ada persahabatan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan" , pepatah arab juga bilang "jikalau kita sedikit uang maka tidak seorangpun yang mendekati kita, akantetapi jikalau kita mempunyai banyak uang maka semua akan mendekati kita".&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Namun saya optimis, selama kita mau belajar (menggunakan otak) dan mau berpendidikan (menggunakan hati), maka nilai-nilai kemanusiaan itu akan selalu ada dalam diri kita.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-3456006359643686677?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/3456006359643686677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=3456006359643686677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/3456006359643686677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/3456006359643686677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/01/untung-rugi-dan-kemanusian.html' title='Untung Rugi dan Kemanusian'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-8081818018391684579</id><published>2010-01-14T21:14:00.003+04:00</published><updated>2010-01-14T21:17:24.314+04:00</updated><title type='text'>Orang Asing Yang Membangun UAE (2)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Selanjutnya dari segi kualitas, orang-orang asing UAE melebihi dalam hal apapun dari orang pribumi itu sendiri. Kalau kita mau melihat secara umum, UAE adalah Negara yang tidak mempunyai gagasan apapun dalam mengelola sumber minyak yang meruah itu, tapi karena campur tangan orang asing, sekaligus komitmen dan keberanian Seikh kholifah waktu itu untuk memajukan UAE, maka jadilah Negara UAE seperti yang anda liat sekarang.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Tidak bisa dipungkiri, minyak adalah andalan Negara ini, namun tidak bisa dipungkiri juga, bahwa tenaga-tenaga ahli minyak di negeri ini adalah warga Asing. Peran pribumi sendiri hanya sebagai, kalau boleh saya katakan "penikmat hasil" jerih payah orang-orang asing.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Proyek-proyek besar di sini, mayoritas ditangani oleh orang asing, orang-orang pribumi mungkin hanya sebagai pemilik proyek itu atau hanya sebagai orang yang diletakkan namanya, agar proyek itu tidak memiliki masalah, atau jika memiliki masalah dengan pemerintah UAE, masalahnya akan cepat selesai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Orang pribumi di sini, memiliki image sebagai orang yang pemalas dan manja, orang hanya ingin menerima beresnya, tanpa mau tahu prosesnya. Dan mungkin bukan hanya untuk orang UAE saja, bisa dikatakan Negara-negara "Kholij" memiliki kebiasaan yang buruk seperti ini.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Negara kholij bisa dikatakan terdiri dari kumpulan negara yang memiliki kekayaan minyak, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Kuwait&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Qatar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Arab Saudi dll. Dengan kekayaan yang mereka miliki,mungkin mereka merasa tidak perlu bersusah payah mengerjakan sesuatu, tinggal memesan langsung jadi. Tanpa mau menciptakan sendiri.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Contoh kecil dari kemalasan mereka, adalah teman-teman mungkin sering membaca jumlah TKW yang diberangkatkan ke Negara-negara kholij itu, perbulannya ribuan. Kerja dari para teman-teman TKW adalah sebagai buruh rumah tangga, yang tugasnya adalah membereskan rumah para majikan. Yang sebetulnya pekerjaan-pekerjaan itu cukup dikerjakan oleh ibu rumah tangga. Tapi Karena saking pemalasnya, urusan sepele seperti itu diserahkan kepada pembantu.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Image sebagai pemalas juga dirasakan sendiri oleh pembesar-pembesar UAE, mungkin karena merasa risih. maka pada tahun 2009 lalu diberlakukan PHK besar-besar oleh pihak pemerintah kepada pribumi (mawatin) yang tidak sering masuk kantor, sering pulang di waktu jam kerja, sering tidak mematuhi peraturan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Mengenai kebijakan pemerintah UAE terhadap orang pribumi perlu diacungi jempol. Pegawai negeri hanya untuk orang pribumi, orang asing tidak boleh. Orang asing boleh saja mendirikan perusahaan-perusahaan besar, tapi kalau masalah pegawai negeri punya orang UAE sendiri (meskipun kadang-kadang pribumi tidak memenuhi syarat. Mungkin ada orang dari Negara-negara Kholij menjadi pegawai negeri, tapi jumlahnya sedikit sekali.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pegawai negeri di sini mempunyai gaji yang tinggi, gaji perbulannya, mencapai ratusan juta. Tidak heran jika mungkin satu rumah di UAE mempunyai pembantu 3 sampai &lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt; orang, karena gaji para pembantu itu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; persen dari gaji mereka. Belum juga, kebanyakan dari pribumi memiliki bisnis di luar pekerjaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Administrasi di kantor-kantor pemerintahan UAE sudah canggih, semua serba computer dan programnya sudah ada di dalam, jadi tidak butuh keahlian khusus dalam mengerjakan sesuatu.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kebijakan pemerintah UAE yang tidak kalah bagusnya adalah, kebijakan bahwa siapapun orang asing yang akan membangun usaha di UAE, maka sponsornya (pihak Yang bertanggung jawab) adalah orang pribumi, jadi bagaimanapun pihak asing harus membayar kepada pihak pribumi dulu sebagai sponsor. Tanpa ada sponsor, maka usaha tidak memenuhi syarat.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-8081818018391684579?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/8081818018391684579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=8081818018391684579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8081818018391684579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8081818018391684579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/01/orang-asing-yang-membangun-uae_14.html' title='Orang Asing Yang Membangun UAE (2)'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-5597102030288272766</id><published>2010-01-09T21:36:00.008+04:00</published><updated>2010-01-14T21:17:39.801+04:00</updated><title type='text'>Orang Asing Yang Membangun UAE (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Di sini, ada asumsi " Kalau orang Asing pergi dari UAE, maka Negara itu akan mati seketika". Pertama kali mendengar itu, langsung mengalir pertanyaan. Apa benar itu? Kalau benar kemana Orang pribuminya? Orang asing mana yang paling awal masuk sini?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Melihat di lapangan, asumsi itu memang benar. Kurang lebih 80 % persen, pengelola Negara ini adalah orang asing, baik dari segi kuantitas kependudukannya, ataupun dari segi kualitasnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Melihat kuantitas, memang 80 % persen penguhuni UAE adalah orang asing, baru 20 % orang pribumi, dengan prosentasi seperti ini, maka layaklah kalau dikatakan bahwa urat nadi UAE adalah orang asing yang menjalankan usaha atau menjadi tenaga kerja di sini. Bagaimana mereka akan menjalakan perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri tanpa bantuan orang asing, orang pribumi aja tidak cukup menjalankan banyak perusahan sebanyak dan sebesar yang ada di UAE sekarang.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Perlu diketahui, UAE adalah Negara yang gemar untuk menimbun laut dengan batu dan tanah agar bisa memperluas Negara ini, kegemaran lainnya adalah, meratakan padang pasir dengan buldoser-buldoser besar yang kemudian disulap menjadi gedung-gedung perbelanjaan besar dan metropolis. Maka tidak heran bagi orang yang dulunya mungkin pernah kesini di masa 90 an kebelakang atau 2005 kebelakang, akan terkejut dengan perubahan-perubahan yang ada.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pesatnya pembangunan di mana-mana juga membuat &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; ini menjadi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang multicultural, semua Negara datang, tidak lain dan tidak bukan hanya demi uang. Uang dan uang. Dengan visi dan misi yang sama, mereka bisa bekerja sama membangun UAE dengan tanpa mereka sadari.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Dan dua yang saya yakini dari ini, adalah kemakmuran rakyat UAE baik pribumi atau orang asing,  membawa keamananan dan kesejahteraan penghuninya. bagaimanapun perbedaan yang terjadi, entah itu perbedaan politik, agama, suku, negara. jika sudah ekonomi makmur, maka perbedaan akan tenggelam di tengah kemakmuran hidup itu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;kedua, kalau kita sudah punya visi dan misi yang sama, dan dengan tekad yang kuat, maka kita akan meraih kesuksesan, mungkin di negara kita indonesia, mereka para pejabat tidak mempunyai visi dan misi yang sama, sehingga akan menjadi perusak kemurnian visi dan misi itu. seperti mereka para pendatang di UAE membawa visi dan misi yang sama dan komitmen yang kuat, bahwa mereka hanya ingin uang ke UAE.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Diberitakan dulu, pernah ada peraturan bahwa orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang ingin masuk ke UAE digratiskan, mereka bisa pergi ke Negara ini kapan saja mereka mau, asalkan dengan tujuan yang jelas. Diberitakan juga bahwa ketika itu, Presiden Syeikh Zayed, pendiri Negara UAE menyadari bahwa Negara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mempunyai potensi besar untuk di jadikan partner membangun Negaranya. Maka diberlakukanlah peraturan itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dengan sumber alam minyak bumi yang kaya serta perpaduan pekerja dengan kuantitas dan kualitas yang memadai, maka UAE menjadi seperti sekarang, konon, Negara ini adalah Negara Hollywood – nya arab atau "pusat perekonomian Arab". Ikonnya adalah &lt;st1:city st="on"&gt;Dubai&lt;/st1:city&gt;, sayang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; saat ini masih mengalami sakit parah pasca tragedy tabrakan ekonomi yang tidak seimbang.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sakitnya Dubai tidak menambah wibawa Negara UAE turun, karena system Negara sini adalah system federal. Jadi sakit &lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:city&gt; tidak otomatis menular ke &lt;st1:city st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:city&gt; malah menampung pengangguran atau pengusaha atau para ahli &lt;st1:city st="on"&gt;Dubai&lt;/st1:city&gt; bekerja di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Dan saham-sahampun banyak dibeli oleh &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Abu   Dhabi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. bahkan pembangunan di Abu Dhabi semakin marak...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Memang isu keretakan antara &lt;st1:city st="on"&gt;Dubai&lt;/st1:city&gt; dan &lt;st1:city st="on"&gt;Abu  Dhabi&lt;/st1:city&gt; sempat gencar, tapi isu itu hilang dengan sendirinya dengan aksi &lt;st1:city st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:city&gt; menalangi beberapa proyek &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;dubai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang sempat macet. Disertai dengan beberapakali deklarasi dari wakil presiden dan penguasa &lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:city&gt; sendiri Sheikh Maktum Al Rashid, bahwa &lt;st1:city st="on"&gt;dubai&lt;/st1:city&gt; dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Abu   Dhabi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adalah satu. We are the one.&lt;/p&gt;  &lt;span style=""&gt;Bersamabung…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-5597102030288272766?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/5597102030288272766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=5597102030288272766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5597102030288272766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/5597102030288272766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2010/01/orang-asing-yang-membangun-uae.html' title='Orang Asing Yang Membangun UAE (1)'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-2157620239059772541</id><published>2009-12-29T09:11:00.005+04:00</published><updated>2009-12-29T12:30:45.162+04:00</updated><title type='text'>Korupsi, Kolusi, Nepotisme itu di mana-mana</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sejak SMP aku sudah mengenal kata-kata ini, sebab waktu aku SD Orba masih berkuasa, jadi para guru, para wartawan dan seluruh rakyat indonesia tidak berani macam-macam berkata ini itulah. Mereka tidak mau dipejara atau hilang begitu saja.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Smp aku berkenalan dengan tiga kosakata ini, di Koran-para guru-tukang becak-televisi semua membicarakan "BeRaNtAs KKN" disertai dengan kalimat berikutnya "TuRuNkAn Pak Harto". Tokoh yang paling aku kenal dan sering aku dengar ketika itu adalah Amien Rais….dan memang kebetulan SMPku milik Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Semangatku ikut berkobar ketika itu, untuk memberantas korupsi, untuk membabat habis Kolusi untuk Menghabisi Nepotisme yang katanya sudah mengakar di Negara kita. Begitu juga aku sedih, mengapa negaraku akan jatuh miskin, mengapa Negaraku akan tertimpa ratusan trilyun hutang. Memang KKN wajib untuk diberantas…"kataku dalam hati".&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Mengingat korupsi aku jadi ingat alhmarhum bapak, beliau sering bahkan membeli puluhan buku Amien Rais, dan beliau memang mengidolakan yang katanya bapak "Amien Rais lah yang hanya bias memberantas korupsi di negeri ini". Mendengar itu aku terpengaruh dengan kata-kata itu, akupun sedikit banyak membaca buku-buku dan berita tentang Amien Rais .&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Enam tahun reformasi berjalan, Wacana KKN masih belum juga habis, namun pemerintah sering menggunakan kata-kata diplomatis "mengalami penurunan" cukup sekedar pemanis saja, untuk tidak mengatakan bahwa pemerintahan pasca reformasi gagal total memberantas KKN. Tepat ketika itu 2004 aku berangkat ke Mesir, tujuannya untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kesan pertamaku terhadap Mesir, bukan kesan politik tapi kesan keindahan dan sejarah yang megah. Keindahan gadisnya yang katanya cantik dan seksi. Bagiku juga ketika itu Mesir adalah Negara yang penuh dengan sosok pemikir, tidak ada KKN, dan jalannya pemerintahan sangat demokratis. Karena bagiku &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang hanya penuh dengan KKN.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Empat tahun aku di Mesir, ternyata Mesir dari sisi politik tidak seperti yang aku bayangkan, bahkan aku bias bersyukur bahwa pemerintahan "KKN" di Indonesia lebih dulu lengser (reformasi). Sedangkan di mesir "masih berlangsung pemerintahan ala Indonesia ORBA " sampai sekarang pemerintahan itu masih kuat, karena tamengnya adalah militer dan uang. Demokrasi hanya di bibir, semuanya dikontrol pemerintah, bahkan sampai organisasi keagamaan semacam Al-Azhar sekarang di bawah control penguasa Mesir.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Namun aku yakin pemerintahan itu nantinya akan berakhir seperti &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, bahkan lebih parah, mengingat karakter orang mesir yang keras. Kran-kran kesadaran rakyat mesir sudah mulai terbuka. Tinggal menunggu momentum dan tokoh yang tepat saja.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Setelah dari Mesir sampai sekarang aku di Abu dhabi, ibu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; UAE, politik di sini tidak banyak dibicarakan bahkan tidak menarik minat penghuni Negara UAE, pemerintahan yang dipegang satu keluarga menemukan kepercayaan penuh rakyat UAE, seolah-olah "yang penting kami bahagia dari segi ekonomi ngapain ngurusin politik".&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Tapi memang tidak terelakkan, bahwa praktek "KKN" juga ada, namun persentasenya sedikit sekali jika dibandingkan dengan dua Negara sebelumnya di mana aku tinggal. Terakhir aku berkesimpulan Selama di Negara itu masih dihuni manusia, praktek "KKN" itu pasti ada atau akan ada. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-2157620239059772541?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/2157620239059772541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=2157620239059772541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/2157620239059772541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/2157620239059772541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2009/12/korupsi-kolusi-nepotisme-itu-di-mana.html' title='Korupsi, Kolusi, Nepotisme itu di mana-mana'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-4759923433972665961</id><published>2009-12-10T20:23:00.009+04:00</published><updated>2010-02-19T09:22:58.893+04:00</updated><title type='text'>Fenomena Lain</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; juga sebuah fenomena islam, dulu pernah aku temukan di Indonesia dan Mesir, pun aku temukan di sini &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Abu Dhabi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Namun sebetulnya fenomena seperti ini memang sudah merasuk sebagian banyak ummat islam.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;Ialah muslim yang hanya suka kulit tanpa suka pada apa isi di dalam kulit itu. Di sini ada beberapa contoh yang aku kira mewakili&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;Temanku di kantor, dia adalah seorang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangladesh&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, biasa kita sebut banggali., dia sering mengaku bahwa "aku adalah muslim, bapakku mutowwak (seorang alim), dan aku tidak mau kepada hal-hal yang tidak diperintahkan OLEH ALLAH". Perilaku diapun di dalam kantor seperti orang yang memang mau berislam, seperti mendengarkan Al-quran, ketika dia ada masalah pasti dia bilang "Allah mauju (Allah ada)". namun anehnya dibalik itu, setelah saya bersamanya selama satu bulan, Sholatpun dia tidak pernah, padahal kita tahu bahwa Sholat adalah tiang agama. (As-sholatu imaduddin), bagaimana kita menyebut dia muslim wong sholatpun tidak pernah. Wajahnya seram keras,kaku (tidak sesuai dengan ajaran islam yang murah senyum). Kata-katanya tidak santun, ceroboh, meskipun kadang-kadang lidahnya sering mengeluarkan ayat-ayat al-quran (bukannya alquaran mengajari kita santun). DLL.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;Kalau di Madura; asal bersorban saja sudah kyia, asal mendengarkan Al-Qur'an saja sudah taqwa. memang masyarakat yang suka sama kulit.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ini adalah satu contoh dan contoh kecil dari sebuah fenomena jamak yang saya lihat di negeri ini. bukan hanya banggali, termasuk orang arab sendiri, mereka sudah biasa memakai surban yang beberapa kalangan meyakini adalah sunnah rosul,membawa tasbish, dll. tapi masalah tingkah laku, tutur kata dan kesopanannya,  diluar dari sunnah rosul itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;mungkin,  bagi anda yang punya sobat, family bekerja di timur tengah, maka anda bisa tanyakan, bagaimana mereka? insyaallah akan sama dengan apa yang saya tuturkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;Terasa, islam hanya sebagai komoditi untuk pengesahan bahwa aku benar, dia salah, aku sudah mengikuti sunnah rosul, mereka tidak. Aku masuk surga, mereka masuk neraka, aku sudah mendengarkan al-qur'an pasti masuk surga. Meskipun aku mencaci orang, meskipun aku berlaku kasar pada orang, meskipun aku tidak sholat, dll. Fenomena islam seperti inilah yang aku sebut islam tanpa biji.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;Fenomena lain, banyak para rekan dan sahabatku bukan hanya indonesia yang tidak melumbar kata2 tentang agama, tapi kelakuannya sangat santun dan ramah, islam seolah-olah di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, seperti ( dia sering menolong orang) (akrab menjalin silaturahmi) meskipun (sorry saja, jarang sholat) dll. Bukankah itu isi dari islam? Mengapa justru bolak-balik? Kita termasuk yang mana ya? Kalau aku sih milih dua-duanya islam kulit dan islam biji.  fenomena ini memang Aneh…kayaknya 2012 memang betul kiamat ni!!!hahahaha &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-4759923433972665961?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/4759923433972665961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=4759923433972665961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/4759923433972665961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/4759923433972665961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2009/12/fenomena-lain.html' title='Fenomena Lain'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-6102158387078750198</id><published>2009-11-30T21:40:00.008+04:00</published><updated>2009-11-30T21:51:35.929+04:00</updated><title type='text'>Pekerjaan Baru</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;P&lt;/span&gt;ertama calling visa, iya, aku datang pertama kali ke Abu Dhabi dengan calling visa dari sebuah Company kecil ; Ideal Vision. Company tersebut bergerak di bidang real-estate property, namun bukan seperti real-estate dengan bangunan-bangunan baru yang mewah semisal Burj Dubai, tapi ini adalah bangunan tua, yang insyaallah aku perkirakan akan runtuh 5 tahun lagi, atau kalau memang memaksa untuk tetap di-rent-kan yang otomatis akan dihuni oleh pe-rent. Maka 3 tahun lagi akan roboh dengan sendirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nah aku di sana sebagai bagian administrasinya, kalau ada yang menyewa dari dua building kepunyaan Ahmad Khaili (Empunya building, bosku), maka akulah yang mengguide mereka, memperlihatkan Flat-Flat yang kosong, hatta sampai harga Flat itu berapa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"I Take it" kalau sudah keluar kata-kata itu, barulah aku akan minta persetujuan bos, Flat itu akan diambil bos. Enam bulan aku di sana, tapi karena alasan ini dan itu (sorry aku gak bisa menyebutkan), maka akupun resign, dan sampailah di Indonesia tanggal 7 agustus 2009. dengan Singapore airlines Alhmadulillah bisa langsung landing di Surabaya, Juanda. Ibu, mbak, kakak ipar, ponakanku, menyambutku dengan pelukan hangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Iam Coming Indonesia"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dua bulan di Indonesia, mengaji, mengajar, orator (khusus bulan puasa atau pas jumatan). Terharu karena adikku menikah, Silaturahmi kerabat dan family, baca buku (Novel, agama) liat even2 besar, berkunjung ke tempat pariwisata dan bersejarah, mencoba mendengarkan lagu Dangdut Rhoma Irama, ziarah ke makam (bapak, om, mbah) approaching for girls, but shit, untuk yang satu ini is failed (kurang bakat). Ada sih satu yang at least close to be serius-lah, tapi entah sekarang, gak ada kabar lagi tuh. DKK, DLL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kedua kali datang, dengan Visit Visa. Setalah satu bulan menunggu, visaku jadi, Menjadi employer sekaligus mendapatkan employer visa memang tidak gampang. Aku harus ke Bahrain, exit ke Bahrain, baru setelah semalam di Bahrain akupun balik ke Abu Dhabi dengan visa baru dan pekerjaan baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Satu hal yang aku dapatkan dari Bahrain, sesuatu yang baru buatku " Bahasa Ketiga Setelah Inggris Arab  di Airport International Bahrain adalah Urdu " Mungkin inilah efek nyata dari dominasi orang-orang India, Bangladesh, Pakistan, Nepal di Bahrain, atau karena factor lain, biarlah….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sekarang aku punya pekerjaan baru, di Popular Typing. Kantor kecil yang menyediakan segala macam pengetikan, dengan Bahasa inggris dan bahasa arab. Tantangannya berstatus "gampang-gampang susah" seperti aku harus lebih cepat mengetik lagi, lebih banyak lagi memahami kosa kata inggris atau arab, memahami system visa di Abu Dhabi (karena pembuatan visa di Negara ini lewat online, tapi harus lewat kantor-kantor typing), memahami costumer (zabun) yang datang dengan bermacam status (urgent atau tidak) DLL. Tapi sobat! Perlu kau ketahui aku memang suka sesuatu yang baru, termasuk tantangan baru ini.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;I love My Live&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-6102158387078750198?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/6102158387078750198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=6102158387078750198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6102158387078750198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/6102158387078750198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2009/11/pekerjaan-baru.html' title='Pekerjaan Baru'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-8959477688615004132</id><published>2009-08-25T11:28:00.002+04:00</published><updated>2009-08-25T11:29:33.618+04:00</updated><title type='text'>Berlomba Dalam Kebaikan di Bulan puasa</title><content type='html'>Kebaikan di dunia menembus batas waktu dan tempat, kapanpun dan di manapun akan mendapatkan pahala dari Tuhan. Karena memang agama islam sendiri adalah kebaikan. Jadi jelas perintah agama agar kita selalu melakukan bahkan berlomba-lomba dalam kebaikan “fastabiqul khairat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks bulan Ramadhan, kebaikan mendapatkan porsi lebih dari Allah SWT. Itu terlihat dari dilipat gandakannya pahala dari segala kebaikan, menjadi sepuluh kali lipat bahkan tujuh ratus kali lipat pahala, lebih dari hari-hari biasanya. Tentu dilipat gandakannya ganjaran ada sesuatu yang istimewa dalam pandangan Allah, yaitu bulan Ramadhan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita telisik lebih dalam lagi, maka kebaikan di sini memiliki dua sisi yang tak boleh dipisahkan. Pertama kebaikan hubungan kita dengan Allah (hablum mina allah), kedua kebaikan hubungan kita antar sesama manusia (hablum minan nas). Di sini perlu dicatat bahwa kebaikan kedua bukan hanya antar sesama muslim tapi antar sesama manusia. Sesama makhluk tuhan, bukankah tuhan memang menciptakan menusia berbeda-beda, karenanya Allah di dalam Al-quran menyuruh kita dengan kalimat (liyata’arrafu) yang artinya saling memahami perbedaan antar satu dan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan kita dengan Allah, bisa dilakukan dengan kita terus mengaji, berdzikir, dan menunaikan sholat secara teratur di masjid ataupun di rumah-rumah. Lebih baik lagi mengaji dilakukan tidak sekedar membaca, tapi juga mengkaji tentang isi Al-Qur’an, mentadaburi apa yang ada di dalam Al-Qur’an, tujuanny hanya satu, yaitu agar kita tahu isi kandungan Al-Qur’an itu sendiri dalam bahasa qur’an(liyatadabbarul quran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal bedzikir juga, kita bisa melakukannya di mana saja, baik di kantor, di pasar, ataupun di ladang. Rosulullah di dalam  menyambut bulan ramadhan menganjurkan kita untuk banyak beristghfar, memohon ampun atas segala dosa. Di dalam Al-Qur’an juga di sebutkan agar kita selalu berdoa sesuai apa yang kita inginkan kepada Allah, yang artinya “ Kalau seandainya hambaku bertanya padamu (Muhammad) tentang diriku, maka sesungguhnya aku dekat,  dan saya akan mengabulkan panggilan  mereka jika mereka memanggilku atau meminta sesuatu padaku” (Al-Baqarah, bab puasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa contoh tentang kebaikan dengan Allah sebagai tuhan yang telah menciptakan kita. Ada beberapa hal yang perlu di catat sekaligus menjadi pertanyaan bagi kita. Apakah hanya dengan iming-imingan pahala kita mau melakukan kebaikan? Apakah seandainya tanpa iming-imingan pahala kita juga mau melakukan kebaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut analisis penulis, sebetulnya bentuk pahala yang dijanjikan Allah berlipat-lipat itu ditujukan untuk orang-orang awam, yaitu anak kecil atau orang yang tidak terlalu mengerti tentang agama. Dengan tujuan bisa memotivasi mereka meningkatkan kualitas dan kuantitas orang awam dalam beribadah. Sedangkan untuk orang khawas (orang tahu agama), maka iming-imingan pahala sudah tidak diperlukan lagi, karena sebetulnya kebaikan itu hanya mengharapkan ridhonya (kecintaan tuhan padanya) dan bukan semata-mata hanya mendapatkan pahala. Pendapat ini didasarkan pada selalu disyaratkannya ikhlas dalam setiap kita melakukan kebaikan (ibadah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan itu (mengharap ridho) itu bisa kita dapat dari sosok seorang robiah al-adawiyah. Seorang sufi ternama dari bashra. Beliau sosok perempuan sufi yang sangat mencintai tuhannya, seolah-olah tidak ada kekasih lain kecuali Allah baginya. Ini tercermin di dalam banyak Syair-syairnya yang sangat sensitif sekali terhadap persoalan mengharap ridha kekasihnya, yaitu Allah. Salah satu syair yang berhubungan dengan itu bisa saya sebut di sini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kalau aku menyembah-Mu karena takut daripada api nereka-Mu maka biarkanlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu karena tamak kepada Syurga-Mu maka haramkanlah aku daripada-Nya! Maka jika aku menyembah-Mu karena kecintaanku pada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku melihat wajah-MU yang maha besar dan maha mulia itu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kebaikan hubungan kita dengan sesama manusia. Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hubungan kita antar sesama manusia, jujur, ber-etika, tolong menolong, toleransi dll. Ambil saja satu hal, toleransi (At-tasamuh), ada dua hal: pertama, toleransi antar ummat islam yang berbeda tafsiran dalam beberapa hal. Kedua toleransi kita antar ummat beragama yang berada di indonesia, baik dengan kristen, bhuda, hindu, konhuchu dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era delapan puluh sampai sembilan puluhan, ummat islam mengalami perpecahan sangat dahsyat, dari kelas atas lebih parah lagi di kalangan kelas bawah. Persoalannya hanya persoalan furuiyah belaka, suatu hal yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan akidah. Tapi kelompok-kelompok itu malah saling mengkafirkan antara satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sample sederhana terjadi di daerah penulis sendiri. Kelompok yang tidak menganut qunut waktu itu mengklaim bahwa merekalah paling diterima sholatnya oleh Allah, sedangkan yang kelompok satunya kafir, tidak sah sholatnya. Demikian juga sebaliknya. Hal-hal seperti inilah yang terjadi di era itu. Terang sekali, bahwa toleransi mahal sekali harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun dua ribuan,alhamdulillah ummat islam mulai sadar bahwa persoalan-persoalan ikhtilaf furuiyah tadi hanyalah persoalan kecil, ada persoalan yang lebih besar,yaitu membangun bangsa, kala itu bangsa kita berada dalam posisi transisi politik yang kalau ummat islam tidak bersatu akan terjadi pertumpahan darah. Maka muncullah poros tengah yang puncaknya melahirkan gusdur sebagai pemimpin bangsa, meskipun pada akhirnya tidak berjalan mulus. Di sini terlihat jelas, bahwa toleransi (politik) saat itu melahirkan kekuatan besar di dalam islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya toleransi antar ummat beragama, bulan ramadhan adalah bulan suci dan bulan penuh rahmat. Momen yang tepat untuk memupuk tali persaudaraan antar ummat beragama. Asal mereka menghormati kita, maka kita harus hormati mereka. Bukan malah melakukan tindakan anarkis seperti yang dilakukan oleh sebagian teman kita, dengan melakukan razia berlebihan, aksi itu menurut penulis bukan malah mencerminkan bulan puasa itu penuh rahmat, tapi sebaliknya, mencerminkan bahwa bulan puasa itu penuh dengan kekerasan, dan aksi konvoi norak dari ummat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan puasa adalah kesempatan bagi ummat islam untuk merepresentasikan islam yang damai, islam yang bisa menahan hawa nafsunya dari tindak anarkisme dan tindak kekerasan. Bulan ummat islam untuk melakukan kebaikan dalam bentuk toleransi bagi ummat manusia di bumi. Jangan lupa bahwa kita hidup di bumi indonesia dengan hukum demokrasi, bukan hukum islam, dengan banyak agama, bukan hanya satu agama. Toleransi adalah jawaban final atas kebhineka tunggal ikaan indonesia sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“La ikraha fiddin ” tidak ada paksaan dalam agama, “lakum dinukum wali yadin” untukmulah agamamu, untukkulah agamaku. Dua ayat tadi cukup bagi ummat islam untuk tidak melakukan pemaksaan bagi pihak lain untuk mengikuti apapun yang diyakini mereka. Oleh karena itu, hak-hak agama lain harus juga kita hormati serta kita jaga. Bukankah di zaman nabi ummat yahudi dan ummat nashara juga mendapatkan perlindungan dari beliau. Itulah bukti kebaikan dalam bentuk toleransi yang dilakukan rosulullah buat pemeluk agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bissowab&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-8959477688615004132?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/8959477688615004132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=8959477688615004132' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8959477688615004132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/8959477688615004132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2009/08/berlomba-dalam-kebaikan-di-bulan-puasa.html' title='Berlomba Dalam Kebaikan di Bulan puasa'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-914702772701701308</id><published>2009-03-29T09:29:00.002+04:00</published><updated>2009-03-29T09:33:30.058+04:00</updated><title type='text'>Cita-cita dan pemuda</title><content type='html'>Waktu masa sekolah dasar,saya pernah bertanya pada ibu "bu, apakah semua orang cita-citanya harus sama?" ibuku yang capek dari pulang bekerja, sambil tersenyum menjawab "tidak, setiap orang mempunyai keinginan dan cita-cita masing-masing".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ kemudian aku mengerti mengapa ibu guru di sekolah selalu menanyakan cita-cita pada setiap anak, seringnya satu kelas ikut-ikutan ketika ditanya cita-cita dia, termasuk aku sendiri. Dengan demikian aku harus punya cita-citaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulirik ibu "menurut ibu apa sih cita-citaku?", beliau kembali tersenyum, "loh gimana cong, cita-cita itu bukan datang dari orang, tapi dari diri kamu sendiri. ibu tentu tidak tahu, mau jadi apa ibnu kalau sudah besar!, tapi apapun cita-citamu, harus bermanfaat bagi dirimu dan orang lain" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ini, melintas di kepalaku bayangan omku yang jadi tentara, mungkin jadi tentara enak, tegap, gagah, dan yang penting ditakuti orang. lalatpun terlihat enggan menyentuhnya. lima orang dari keluargaku jadi tentara. ketika mereka pulang pada masa lebaran, disitulah kebahagiaanku, karena aku bisa berjalan bersama mereka dengan perasaan bangga dan sedikit arogan, seolah-olah aku berkata "inilah omku tentara, dan aku ponaannya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, di pelataran rumahku, aku bertanya pada bapak, “apa sih cita-citaku pak?”. Bapak yang wataknya agak keras,workerholic, pecinta keluarga, tapi selera humornya cukup tinggi, beliau melirikku sejenak. Jawabannyapun sama seperti ibu, bahwa cita-cita itu berasal dariku bukan dari orang lain, namun beliau menambahkan “kau harus lebih baik dari bapak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, aku berumur 25 tahun, umur yang cukup untuk mendewasakan diri, cukup untuk mendengar bisikan tuhan, cukup untuk mendengar bisikan kasih sayang kekasih dari jauh seberang indonesia, cukup untuk jauh dari hal-hal buruk keremajaan, cukup untuk dibilang pemuda. Pemuda yang tegap, pemuda yang cinta keluarganya, pemuda yang mencintai kekasihnya dengan sepenuh hati, menunggu dengan sabar dengan berkata “aku menunggumu kasih, dua tahun lagi”, pemuda yang lebih baik dari bapaknya, dan pemuda yang bermanfaat bagi sesama manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-914702772701701308?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/914702772701701308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=914702772701701308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/914702772701701308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/914702772701701308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2009/03/cita-cita-dan-pemuda.html' title='Cita-cita dan pemuda'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-1704396248176716937</id><published>2009-02-21T00:16:00.004+04:00</published><updated>2009-02-21T00:31:56.505+04:00</updated><title type='text'>Wajah Flexible</title><content type='html'>Tiga bulan di Abu dhabi, saya merasa heran, mengapa orang-orang selalu mengira bahwa saya dari negara lain bukan indonesia. Padahal kedua orang tua saya berasal dari indonesia. Dan ketika saya tanya tentang asal-usul keluarga, tetap saja tidak ada keturunan non indo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa sebagian orang dalam beberapa kesempatan tidak percaya ketika saya jelaskan bahwa saya dari indonesia, seringkali membuat saya jengkel tak karuan. Karena sudah saya terangkan berkali-kali tapi masih belum percaya juga, bahkan demi dalil, saya berbicara bahasa indonesia, tapi mereka tetap unbelief. Akhirnya, ketika mereka tidak percaya lagi maka saya misuh-misuh pakai bahasa madura biar puas hehehe, “patek jieh, tak partajeh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini saya dengan iseng mencoba mencari pokok permasalahan, karena bagi saya, indonesia adalah ibu pertiwi, saya merasa bangga ketika saya disebut orang indonesia, karena memang saya orang indonesia. Yes iam indonesia, Bangga....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai, Dari rambut? seperti rambut orang umumnya, jadi tidak ada masalah. Kulit? memang indonesia asli, sawo matang hehehe, tak ada masalah. Tinggi badan? seperti tinggi orang asia, tidak ada masalah. Bentuk  Wajah, nah ini dia yang menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah memang biang kerok dari kekacauan ini, saya sendiri tidak tahu untuk menilai bentuk wajah saya bagaimana, tapi nyatanya, sudah banyak orang bertemu saya, ada lima wajah yang mereka sebutkan: pertama, philipine. Dua, pakistan, ketiga bangladesh dan keempat nepal. Kelima india. Apakah kesimpulannya wajah saya flexible? “no,but confuse huahauha” jawab alan teman dari philiphine itu sambil tertawa puas. Potangnamo (kurang ajar dalam bahasa philiphine) Alan!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hari ini juga saya mencoba mengklasifaksi tempat dimana saya sering &lt;br /&gt;disebut bangladesh atau negara-negara non indo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, di restoran bangladesh dan toko-toko milik orang bangladesh, maka disitulah saya sering divonis sebagai orang bangladesh. Bahkan hampir dipastikan setiap saya masuk ke toko-toko itu untuk membeli alat-alat kantor mereka akan memakai bahasa bangladesh kepada saya tanpa mengklarifikasi lebih dulu dari mana saya,sayapun geleng kepala tak mengerti sambil menjelaskan bahwa “sorry iam indonesia”. Alhamdulillah beberapa dari toko bangladesh itu sekarang tahu bahwa saya dari indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ketika berjalan ke plaza atau mal-mal di sini, atau ketika saya berada di kantor atau ketika saya menaiki taksi. Di tempat-tempat inilah saya sering divonis dari philipine. Saya mempunyai beberapa penglaman lucu menjadi tersangka sebagai orang philipine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, orang philiphine datang ke kantor mungkin ingin menanyakan sesuatu. Di kantor hanya ada saya sendiri, sedangkan bos dan sekretarisnya keluar pergi ke bank. Tiba-tiba orang philiphine itu bicara cepat, panjang lebar dengan bahasanya mengarah kepadaku, setelah selesai bicara, saya hanya nyengir dan geleng-geleng sambil mengatakan saya bukan philiphine. Orang itu kaget “Syu hadza? Artinya, apa ini? Kamu bukan kabayan (kabayan adalah kata lain dari orang philiphine), Saya kira kamu dari philiphine” sambil tersenyum dan merubah bicara dengan bahasa arab. Dalam hati saya “huahaua kasihan deh lo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ketika mengecek pekerja atau tukang, saya sering disebut sebagai orang nepal. Saya tidak heran dengan anggapan ini, karena para pekerja kasar dan tukang-tukang yang bekerja pada  kantor ini semua dari nepal. Jadi orang menganggap yang mengawasinya juga orang nepal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, perlu diketahui sebagian besar para pengemudi taksi di Abu dhabi adalah orang Pakistan,  ketika naik taksi inilah kadang-kadang saya diajak bicara bahasa Pakistan oleh sebagian pengemudi dari Pakistan. Terkadang juga ketika ada orang yang datang ke kantor ingin menyewa flat atau kamar, mereka sering menanyakan kepada saya memakai bahasa Pakistan atau urdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana kemudian timbul hasrat saya untuk belajar sedikit-sedikit bahasa urdu, yaitu bahasa orang-orang pakistan. Kurang tahu gimana sejarahnya, yang jelas,Negara seperti Bangladesh, Pakistan, atau Nepal semua mengerti dan bisa berbicara dalam bahasa urdu. Dengar-dengar dari seorang teman Nepal, ya itu tadi. mereka yang tahu bahasa urdo adalah Negara pecahan india (kurang tahu ini benar apa tidak). Dan sekarang sedikit-sedikit tahulah bahasa urdu, kalau hanya sekedar say hallo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya jumlah pendatang dari india, Bangladesh, Pakistan, Nepal, membuat bahasa arab ammiya emirates sedikit tercampuri oleh bahasa urdu ini. Pas pertma kali saya mengira bahasa arab ammiyah sini sama dengan bahasa arab amiyh mesir, tapi nyatanya tidak, sudah ada kotaminasi urdo di sana. Contoh, bahasa arab sampah kalau di mesir adalah “zabalah” di sini berubah menjadi kacara, kata ini berasal dari prosakata urdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, india, seperti juga Pakistan, cuman yang ini lebih sedikit, tiga kali saya dituduh orang india, pertama, suatu hari ketika di kantor, kedua ketika naik taksi, dan keempat ketika membeli obat teman yang lagi sakit di apotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selain wajah,permasalahan nomer dua dan saya cukup menyadari ini adalah sedikitnya orang Indonesia di sini, terutama yang kaum laki-laki. Mayoritas yang pekerja Indonesia di sini adalah wanita, dan itupun bekerja sebagai pembantu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh  sekarang saya lagi mencari solusi bagaimana caranya ketika orang melihat saya pertama kalinya, langsung di cap sebagai orang Indonesia, tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan solusi itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-1704396248176716937?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/1704396248176716937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=1704396248176716937' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/1704396248176716937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/1704396248176716937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2009/02/wajah-flexible.html' title='Wajah Flexible'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-946932609359149591</id><published>2009-01-20T09:08:00.006+04:00</published><updated>2009-01-20T23:30:27.884+04:00</updated><title type='text'>Taza</title><content type='html'>Sebuah tempat makan modern semisal KFC, menu makanannyapun serupa, meskipun ada sedikit yang berbeda. Sudah empat kali saya kesini, dan dua kali ke KFC. Kenikmatan memang berbeda, terutama kegurihan ayamnya, di sini betul-betul gurih. Dan itu juga yang menjadi alas an pertama saya dan teman2 memilih untuk makan malam di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alas an kedua adalah, taza memiliki price yang lebih murah ketimbang KFC, kalau seandainya kita bisa menyantap makanan yang lebih enak dan lebih murah dengan jenis yang sama, maka kita akan lebih memilih yang murah tapi berkualitas. Wah kalau bicara murah, saya teringat ketika mahasiswa dulu, di mesir. Ketika itu apapun yang kita beli haruslah yang paling murah, meskipun kualitas tidak sama, tapi yang penting jenisnya menyerupai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghofar, teman saya, nama yang tidak begitu asing dalam bidang shoping, apalagi kalau belanja dan terlibat tawar menawar, pasti ghofarlah yang akan menang. Tempat favorit shoping dia juga ternama, yaitu pasar tradisional atabah, pasar yang memiliki nilai historis bagi rakyat mesir, karena konon dari tempat inilah tradisi kafe di mesir bermula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebetulnya bukan hanya ghofar yang memiliki kelihaian dalam tawan menawar atau membeli bahan yang serba murah, bisa dibilang semua kalangan mahasiswa di mesir hamper rata, bahkan konon mahasiswa di mesir dijuluki mahasiswa “kullu hagah biginih”. Tapi memang ahli menawar yang paling lihai yang pernah saya lihat adalah ghofar. Mungkin kalau dia ada di sini bersamaku tadi malam ketika di taza, maka harga yang sudah dipatok di dinding itu akan ditawar juga sama dia. Hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taza, memang tidak semashur KFC, si jago ayam goring yang terkenal dan berada di mana-mana itu. Tapi saya tidaklahmemakan mereknya tapi memakan ayamnya, mana yan g lebih enak itulah pilihan saya. Lagi pula kemashuran itu sering menipu dan itulah saya kira yang dibuat prinsip bagi china untuk membuat produk-produk imitasi dengan merek sama. Coba seandainya dia membuat merek baru pasti tidak akan laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah di sini, produk china tidaklah sebanyak di dua Negara yang pernah saya singgahi sebelumnya, yaitu Indonesia dan mesir. Di sini produk china cenderung dimarginalkan, sehingga tidak terlalu terjual bagi masyarakat sini. Setahu saya kalau anda membawa barang ke abu dhabi dengan produk china dan dijual di sni maka barang itu tidak laku atau turun harga 70 persen. Untuk  Sementara ini saya kagum pada masyarakat sini, karena mereka tidak mementingkan kemurahan tapi lebih kepada mutu, tapi seandainya kalau ada produk yang lebih murah tapi dengan jenis dan kualitas yang sama, pasti kita akan membeli itu seperti taza dan KFC ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, salah satu alas an saya mengapa tidak makan KFC adalah sebagai seorang muslim yang cinta saudaranya di gaza, maka saya turut berduka cita dan mengambil langkah kongkrit yaitu tidak memakan produk amerika itu. Meskipun kita berdua (saya dan om aris) dan teman satunya Kristen, tapi teman saya  setuju dan sepakat bahwa kita ikut berduka dan reaksinya adalah memboikot makanan amerika Negara penyokong Israel itu, paling tidak untuk kita bertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taza adalah kedai modern yang memiliki pengunjung dari berbagai jenis, baik orang bermobil atau penumpang taksi seperti kita bertiga ini, baik dari bangsa asia, sampai eropa, apalagi dari arab sendiri selalu bertaburan. Enaknya tempat ini adalah kenyamanan kita, tidak terlalu resmi dan tidak terlalu serampangan, biasa-biasa aja, jadi kita bisa nyaman berekspresi  dalam makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saya dan aris, karena berasal dari tradisi mahasiswa yang sama yaitu pernah tinggal di buust (asrama mahasiswa asing Al-Azhar) yang sedikit liar dalam menyantap makanan, tentu tempat ini sangat nyaman. Kadang saya dan om aris balapan dalam menyantap makanan hamper tidak bernafas sama sekali, tapi itu toh tidak mengganggu orang lain dan orang lain tidak pernah menertawakan atau menegur kita. Saya bisa menyimpulkan bahwa dalam tempat ini, berlaku prinsip urusan kamu ya urusan kamu, urusan saya ya urusan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di KFC sendiri saya mempunyai pengalaman tidak mengenakkan ketika di kairo. Nadhief teman saya satu ini suatu hari begitu baik mengajakku untuk makan di KFC ,tapi yang saya rasakan ketika itu bukanlah hakekat makan, tapi hakekat  gaya, keren, dll karena makan di KFC, itu yang saya dapatkan. Apalagi ketika itu orang-orang begitu berisik memelototin kita berdua, jadi saya dan nadhief terpaksa merubah gaya makan, dari liar menjadi lunak. Sungguh hakekat makan tidak saya rasakan di sana,selain itu nadhief ketika itu hanya membelikanku porsi kecil bukan porsi jumbo, ditambah ketika itu dia pura-pura lupa tidak membawa uang, waduh,jadinya saya juga yang bayar.hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taza, terletak pas di jantung tengah kota abu dhabi. Jadi lalu lalang mobil bisa kita lihat dari jendela. Setiap saya makan pasti saya akan memilih tempat paling pojok dan paling pinggir, karena dari sana saya bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah, berbagai jenis mobil berlalu lalang, dari mobil yang tidak pernah saya lihat di dua Negara sebelum ini, seperti ferrarii dan berbagai jenis mobil modern lainnya. Berbagai jenis manusia dan berbagai jenis profesinya juga saya temukan dari jendela itu, apalagi perempuan liar, mata ini betul-betul jeli, serasa sudah terlatih, hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taza, Insyaallah kamis malam depan saya akan kembali...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-946932609359149591?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/946932609359149591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=946932609359149591' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/946932609359149591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/946932609359149591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2009/01/taza.html' title='Taza'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-4841031827005966710</id><published>2009-01-05T23:00:00.006+04:00</published><updated>2009-01-05T23:15:01.486+04:00</updated><title type='text'>Tahun baru di Abu dhabi</title><content type='html'>Empat tahun saya merayakan fenomena tahun baru lepas dari hikuk pikuk terompet dan kemewahan-kemewahan tahun baru lainnya. Terakhir kali saya merayakan dengan seorang teman pondok, ahmadi, ketika itu saya menjadi ustad, kabur malam-malam ke pamekasan dan ikut merayakannya dengan terompet dan konvoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun di kairo sebagai pelajar, maka saya merayakannya dengan hanya merenung dan berkomitmen untuk lebih baik di tahun selanjutnya. Sekarang jalan hidup berbelok , saya di abu dabi sebagai pegawai kantor di cv kecil di kota ini, jadi perayaan tahun baru tentu berbeda.saya pergi ke cornice dengan seorang kawan saya dari kairo dan seorang lagi dari philipine, dan saya merayakannya dengan menyantap nikmat ayam KFC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan memang boleh berbeda, tapi mengenai perasaan saya merasakan sama saja. Semalam ketika jam dua belas tiba, oh saya terangkan dulu  yang ini, cornice adalah pantai yang ditata rapi dengan latar belakang gedung-gedung modern abu dabi, pantai itu menjadi indah baik malam atau siang, tempat ini mempunyai cukup luas trotoar sehingga setiap orang bisa melakukan apa saja di sana, baik pacaran atau membaca buku sambil menjemur badan, biasanya kalau pagi atau sore akan dipenuhi oleh orang-orang berohlaga, sungguh tempat ini sangat indah sekali.disana juga terdapat taman indah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah di taman pantai cornice itulah pas jam dua belas, saya kemudian mengancungkan kedua tangan saya ke atas, berteriak sedikit , berusaha menanamkan komitmen lagi, bahwa tahun ini harus lebih baik,  saya harus meningkatkan yang sudah baik, saya harus memperbaiki yang belum baik, dan saya harus merevolusi yang buruk ke jalan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa saya juga bersukur  kepada tuhan telah memberkatiku, memberiku banyak berkah, memberiku banyak pengalaman hidup, Indonesia- kairo-emirates semoga yang pernah saya alami di tiga Negara ini menjadikan saya lebih matang dalam mengatasi permasalahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga, menyadari bahwa tahun ini tentu tidak akan lepas dari masalah, masalah akan dating, masalah terus menimpaku menimpa orang-orang tercintaku, tapi bagaimanapun saya harus tetap mencintai hidup ini, meskipun sesekali harus melawannya dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada taman cornice itu, saya berangan akan menjadi seperti keluarga india itu, mereka membawa mobil ke taman bersama seluruh keluarganya, berkumpul, berteriak berasam, meniup terompet bersama ketika jam dua belas, setelah itu bersalam-salaman, mengucapkan happy new year, may you will be succes bergantian,betapa menyenangkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di taman cornice juga saya tidak ingin menjadi wanita itu, wanita yang nangis mengemis-mengemis meminta kasih orang lain, iya dia diputus atau ditinggal pacarnya.sungguh kasihan wanita itu, sungguh, tanggapku kepada teman philipine.&lt;br /&gt;Tapi teman philipine yang setiap mau ke diskotik mengajak saya itu malah tidak setuju, dia malah bilang, really stupid this girl, too much other man, why he doesn’t loking for secondly, the world is wide, crazy. Katanya menutup tanggapanny padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami betiga menjadi tersenyum, bahkan om aris teman Indonesia sama-sama jurusan kairo ini menambahkan dengan bahasa ingrris yang fasih, iyah tuh, kan banyak cowok, ada ibnu, ada alan, aris,mengapa dia masih mengemis-ngemis seperti itu, bodoh.&lt;br /&gt;Kami jadi tertawa, betul,kata saya, tidaklah saya perlu kasihan pada orang-orang itu, orang pengemis hidup, orang tak punya akal, orang yang mengemis cinta kepada manusia, orang yang tidak mau berusaha memakai otaknya,tapi bagaimanapun saya menilainya, tetap saja wanita yang saya kira dari philipine itu duduk di balik dinding taman yang asri dengan air mancur buatan sambil menangis mengemis cinta. Dan saya tidak mau jadi seperti dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di taman itu pula, seandainya saya tidak bisa bersama dengan keluarga, saya berangan mau tinggal di hotel itu, hotel bintang lima yang dipenuhi dengan bir-bir, yang dipenuhi dengan wanita-wanita kelas atas, terutama Lebanon, karena saya sendiri mempunyai kenanangan physologi indah dari wanita Lebanon di sini.Hotel yang dipenuhi dengan fasilitas-fasilitas terbaik,biarlah sesekali saya menjadi miliyunier tapi bukan dengan cara si Bernard itu, menipu banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin memiliki kekayaan hanya dengan usaha saya sendiri,hanya dengan karakter hidup saya yang begitu mencintai hidup,jadi biasalah kalau kehidupan juga mencintai saya dengan memberi saya banyak keberuntungan. Dan terakhir, karena saya masih mencintai Allah,bahkan lebih mencintai daripada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, anganan saya ini tidaklah untuk 2009 seperti halnya yang terhias lewat lampu yang menghiasi hotel itu, anganan saya untuk masa selanjutnya, unuk tahun-tahun berikutnya, apalagi bisa membantu saudara2ku di palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di taman ini saya tidak mau berangan menjadi orang-orang  pakistan atau banggali yang hanya mengitari hidup di situ-situ saja, seperti yang saya lihat sekarang, mereka hanya berjalan mengitari taman ini, tanpa ada tujuan. tidak ada visi, tidak komitmen, tidak ada gairah, mereka hanya pasrah pada hidup mereka sekarang, tukang sampah tetap tukang sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya, saya ingin merubah keadaan, saya ingin mempunyai visi lebih tajam, sikap pantang menyerah,dan apapun hasilnya, karena kebetulan saya adalah muslim yang berakal, tentu saya akan mengatakan “ masalah hasil tergantung pada usaha kita, kalau kita sudah berusaha 99 kali tapi tetap negative, baru kita bisa mengatakan bahwa itulah takdir, kalau masih usaha kita satu kali atau dua kali namun negative, janganlah anda mengatakan bahwa inlah takdir, karena berarti menghina tuhan, dan itulah tanda-tanda orang kalah ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frey chiken yang kami take away dari KFC semakin menipis yang kemudian habis, saya rasa demikian juga hidup yang penuh dengan detik, menit,jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad, akan semakin menipis yang kemudian akan usai juga. Pandai-pandailah dalam berhidup ibnu, jangan tundukkan kepalamu sedikitpun, semua masalah akan usai juga! Saya berucap pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam dua belas setengah, makanan itu habis, dan itu semua hanya angan-angan entah konyol atau tidak.  Kami berjalan ke halte, rencananya mau menunggu bus gratis tapi berhubung tahun baru, bus itu out of service duluan,alternative kedua dan memang ini satu-satunya alat transportasi selain bus gratis itu yaitu taksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak butuh waktu lama kami menyetop taksi, kami langsung mendapatkan taksi dengan merek mobil bmw dan sopir hindu dari Nepal yang bercerita tentang kawin kontraknya. betul2 melegakan dan mengasikkan karena tidak perlu lama2 duduk di halte dan bisa langsung pulang sambil mendengarkan kama sutranya orang nepal.hehehee&lt;br /&gt;Selamat tahun baru 2009-1430&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-4841031827005966710?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/4841031827005966710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=4841031827005966710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/4841031827005966710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/4841031827005966710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2009/01/tahun-baru-di-abu-dhabi.html' title='Tahun baru di Abu dhabi'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-7227211168483838082</id><published>2008-10-31T03:01:00.006+04:00</published><updated>2008-10-31T03:14:31.321+04:00</updated><title type='text'>Kue*</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;*Tulisan lamaku, semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMAHFUD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Book Antiqua"; 	panose-1:2 4 6 2 5 3 5 3 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMAHFUD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Book Antiqua"; 	panose-1:2 4 6 2 5 3 5 3 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMAHFUD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Book Antiqua"; 	panose-1:2 4 6 2 5 3 5 3 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMAHFUD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Book Antiqua"; 	panose-1:2 4 6 2 5 3 5 3 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMAHFUD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Book Antiqua"; 	panose-1:2 4 6 2 5 3 5 3 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;erkadang manusia hanya menyisakan keyakinan untuk hidup tanpa suatu apapun. Demikian juga dengan diriku saat ini, hanya keyakinan yang sedang aku jadikan payung menghadapi panas dan hujan dalam hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Meskipun keadaan terus berkerut, tapi kehidupan harus tetap berlanjut. Uang seribu yang dulunya sangat berarti buat diriku, sekarang menjadi barang mainan anak kecil di sekolahan, tanpa mendapatkan sesuatu apapun. Hanya keyakinan, itulah mungkin satu alasan buatku mengapa aku harus tetap bertahan untuk hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Dimas!, kemari bantu ibu.” Suara yang sangat kental dengan kue. Ya! Untuk menutupi kehidupan hidup kami. Aku dan ibu berjualan kue, berkeliling dusun menjajakan apa yang dapat kami jual, kue!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Jalur kami selalu bergantian. Kadang ibu ke timur dusun aku ke barat, atau kalau ibu mau ke barat aku gantinya ke timur. Cara kami menjual kue dengan berteriak keras, “kue-kue” Dengan harapan orang yang mendengar akan tertarik kemudian membeli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Setiap kami menjajakan, melewati dua dusun sudah selelesai, itupun kalau nasib sedang baik. terkadang lima dusun juga kami tempuh kalau sudah nasib tidak berpihak pada kami. Jalanan yang kutempuh ,aku anggap sebagai titian hidup permanen, karena dengan kue ini aku bisa merasakan kehidupan. Tidak ada istilah masa kecil ataupun remaja buatku, semua hanya aku dan pekerjaan menjajakan kue.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ketika kue habis terjual, maka adik kecil yang masih kelas enam SD itu akan berlocat riang gembira. Dia akan berkata, “Hore..hore.. kakak hebat, bisa menjual habis kue, wah kakak hebat ya!.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ternyata kau juga merasakan nasib adikku” Sambil kuelus kepalanya kemudian kudekap dengan rasa iba. Sekecil itu dia harus merasakan nasib seperti ini, masa kecil kurang bahagia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Demikian juga ibuku, dengan alas kaki yang sudah mulai lusuh akibat terjalan batu jalanan, ibuku masih tetap semangat untuk hidup. “Kaki yang sudah mulai kurus dan kriput” Kataku pada ibu suatu ketika, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tersenyum. Setiap pulang dari menjajakan kue dan memasuki pekarangan rumah warisan almarhum ayahku, maka selalu aku dapatkan ibu tersenyum sumringah pada kami. Selanjutnya dia akan mengabari sesuatu tentang jualannya pada kami, aku dan adik. Demikian tiap hari, selalu tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Suatu ketika, kue kami tidak satupun terjual. Sepulangku, aku menangis, umurku memang sudah menginjak usia sembilan belas tahun, tapi mungkin karena baru sekali itu aku merasakan nasib buruk semacam ini, jadinya air mata tak terasa mahal lagi buatku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kureka-reka mungkin ada sesuatu yang kurang dari kueku kemarin, tidak semuanya berjalan seperti biasa, bahkan aku pulang lebih awal. Ah..mungkin hari ini orang dusun sudah bosan dengan jualanku, masih ada hari esok, lirihku dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Mengapa menangis kak?” Adik kecilku bertanya penasaran dari belakang. Setelah melihat kue yang masih tersusun rapi seperti waktu pagi diapun melanjutkan, “kok kuenya tidak berkurang sama sekali kak?” Kemudian dia berlari menangis tersedu masuk ke dalam kamarnya. Waktu itu akupun terkejut, aku hapus sisa air mata kemudian menyusul masuk ke dalam kamar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Linda kenapa?.” Tanyaku halus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dia masih tersedu dalam keadaan telungkup, tubuhnya yang masih kecil terus melekat pada kasur. Tangisannya semakin menjadi ketika aku merayunya dengan membelikan sesuatu, biasanya aku membelikannya mainan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Bagaimana kakak akan membelikanku mainan, jualannya juga tidal laku, darimana dapat uang? “ Suara itu menusukku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Terus kenapa linda menangis?.” Suaraku mulai agak mengeras&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Maafkan linda kak, selama ini hanya bisa membuat kakak dan ibu mananggung nasib tanpa bisa membantu apapun” Ucapnya sambil memeluk tubuhku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Hidup kita sudah terjadi linda, kamu belajarlah terus, biar kakak dan ibu akan terus membiayaimu sekolah. Nanti, setelah kamu kuliah, aku dan mungkin ibu ingin sekali menghadiri acara kelulusanmu, ketika itu kamu bahagia, ketika itu juga kamu akan belajar mandiri” Ucapku pada adikku mungil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ayo!! kita tunggu ibu di luar, mungkin kuenya habis terjual.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Di teras luar rumah, aku dan linda menunggu, kami berdua guyonan untuk saling menutupi kesedihan yang baru saja terjadi. Berbagai mainan kami gelar, silih berganti kami menang dan kalah, tapi adikku banyak menangnya, semoga saja dia selalu menang dalam hidupnya kelak, batinku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Matahari sudah mulai menghilang, bulatannya hanya tinggal separuh tertutup bukit. Di mana ibu, tanyaku dalam hati. Biasanya, jam empat waktu paling akhir buat ibu, meskipun kuenya laku atau tidak. Kami terus menunggu, sampai azan maghrib tiba. Lampu- neon di jalanan sudah mulai menyala, demikian juga dengan rumahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Kemana ibu ya kak, jam segini juga belum datang?” Adikku mengawali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Rasa khawatir aku coba reda. Jawaban yang aku lontarkan pada adikku sehalus mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Mungkin, dia bertemu teman lamanya di jalan” Lontarku sambil mengharap tidak ada khawatir lagi tentang ibu. Ketika itu juga, aku teringat ibu mempunyai penyakit sesak nafas, semenjak lima tahun yang lalu ditinggal ayah ibu mulai merasakan penyakitnya itu. Mungkin ibu sedang terkapar dijalanan, rasa takut sudah merasupiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Aku masih duduk di teras, kala itu, dengan keyakinan aku berharap ibu masih sehat dan selamat, Dengan keyakinan aku berharap jualan yang ibu bawa terjual dan bisa dibuat biaya bulanan adikku, sudah dua hari dia terlambat membayar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Lampu neon sudah mulai menguasai malam dengan cahanya, aku masih menunggu di beranda rumahku, kulihat linda yang sedang memasak di dapur. Anak itu sungguh rajin, beruntung ibu melahirkan dia, bukan seperti anak pak lurah yang manja. Atau, apa mungkin keadaan akan mengubah tingkah laku seseorang?. Tidak, adikku adalah linda, dia dilahirkan untuk kami, dia rajin, dia adalah emas, dia akan memenangkan kehidupan masa depannya dengan keyakinan. Aku percaya tuhan masih adil terhadap kami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kutatapi jalanan sekali lagi, berharap ibu datang. betul, di sudut jalan ada bayangan perempuan, dia berjalan lemas, ada kegundahan di dalam cara perempuan itu berjalan. Perempuan dengan jualan, di atas kepalanya ada kue kehidupan. Aku yakinkan bayangan itu adalah ibu, aku keluar halaman rumah dengan rasa ingin tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ibu” Kulihat tubuh ibu, penuh keringat, seperti orang yang baru saja melakukan perjalanan jauh. Aku bantu membawakan tempat kue di atas kepalanya. Aku lihat kue itu masih tersusun rapi tak terjual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Maafkan ibu nak! Tugas seorang ibu tidak dapat aku kerjakan dengan baik sekarang, bagaimana denganmu?” Tanya ibu berharap, wajahnya terhiasi dengan senyuman, senyuman yang sungguh menyimpan banyak kepedihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sambil memasuki ruang tamu, aku dan adikku membopoh ibu yang agak mulai lemas tak bertenaga. Dia kemudian bertanya kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Maaf bu! Akupun juga sama, kue itu tidak satupun terjual” Jawabku singkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ibu memelukku, tiga mata sekaligusi menangis. Aku, Adikku juga demikian, ibupun sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hanya kue hari esok adalah keyakinanku untuk segera mengakhiri tangisan ini. Aku harap kue esok itu pemberian tuhan, agar laris terjual.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-7227211168483838082?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/7227211168483838082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=7227211168483838082' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/7227211168483838082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/7227211168483838082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2008/10/kue.html' title='Kue*'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-936743340047497215</id><published>2008-10-17T18:19:00.003+04:00</published><updated>2008-10-17T18:23:57.449+04:00</updated><title type='text'>Siang ini</title><content type='html'>Benar apa kata pak Sobary dalam tulisannya di Kompas, ide muncul di mana saja, kapan saja. Kalau sudah muncul maka di saat itulah orang semacam pak Sobary menuliskan ide-ide yang muncul, tentu dengan harapan ide yang kita dapat tidak hilang begitu saja dengan cepat. Saya kira, hal seperti ini tidak hanya harus terjadi pada sosok Sobary saja, tapi kepada semua penulis, baik pemula atau yang sudah matang. Karena memang ide itu mahal, belum tentu kita mendapati ide itu lagi di lain waktu, sehingga dengan begitu kita perlu mengikatnya dengan menuliskan pada sebuah kertas atau komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini, saya iseng menyuruh teman mengcopy film yang dia ceritain tadi pagi. Judulnya mereka memanggil aku monyet, film lama. Ternyata isi dari film itu hanyalah satu, dia (nama tokoh utama Djeng) mencari identitas ibunya, di permulaan dia menulis ibuku adalah seorang yang baik, tapi kemudian dia menghapusnya karena dia merasa bahwa ibunya tidak baik, ada kelakuan ibunya yang tidak sesuai dengan kata-kata itu. Kemudian dia menuliskan lagi dengan tulisan dasar " ibuku adalah seorang....." sampai di akhir film, setelah dia mencoba mengingat dan mengalami rentetan pengalaman hidup dengan ibunya, dia kemudian bisa menyimpulkan bahwa "ibuku adalah seorang lintah darat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film itu dari segi action dan jumlah artis tidaklah keren-keren banget. Bahkan mereka hanya menyewa beberapa artis senior, lainnya wajah baru, mungkin untuk mendukung mereka yang yunior, para senior tadi seperti bucek dan lainya. Dari segi biaya, tidak tampak mewah sama sekali bahkan terkesan film ini sangat irit pada biaya, karena jumlah pemain yang ada dalam film ini bisa dihitung dengan jari, bahkan lokasi syuting itu-itu saja, tidak ada lakon yang melibatkan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu hal yang menarik parhatian saya dalam film ini, yaitu bagaimana seseorang tokoh utama film ini dengan kondisi lahir batinnya sangat hancur diakibatkan dari rumah tangganya yang retak, model hidup yang tidak teratur; merokok, minum bir, sex bebas, selingkuh, namun masih bisa menulis menghasilkan suatu karya yang terbit di media masa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat bertentangan sekali dengan asumsi yang seringkali saya dengar, bahwa menulis memerlukan kejernihan hati dan ketulusan niat. Tapi film ini sudah membuktikan bahwa dalam kondisi apapun seseorang bisa mendapatkan ide dan menghasilkan sebuah karya. Tidak melulu perlu dalam kondisi jenih hati dan tulus niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, kepenulisan itu tidak ada sangkutpautnya dengan hati jernih dan tulus niat, asal ada ide, maka kita bisa menuliskan ide itu dalam kondisi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah tulisan dengan kondisi amburadul seperti di atas bisa menghasilkan tulisan baik dan bermanfaat? Apakah keterkaitan kejernihan jiwa memeng diperlukan untuk menghasilkan tulisan yang baik? Pertanyaan yang saya kira perlu dijawab lewat pengalaman dan karakteristik masing-masing orang. mungkin bagi penulis mapan prinsip itu diperlukan, tapi bagi penulis anti kemapanan, kapanpun anda bisa menulis dengan hasil yang baik asal anda mau menulis. Saya sendiri punya pengalaman pribadi berkaitan dengan ini, tapi nanti saja ceritanya, udah kebelet nih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-936743340047497215?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/936743340047497215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=936743340047497215' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/936743340047497215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/936743340047497215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2008/10/siang-ini.html' title='Siang ini'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4550530515078857060.post-3697817387178443412</id><published>2008-10-16T14:16:00.000+04:00</published><updated>2008-10-16T14:19:36.906+04:00</updated><title type='text'>Gay*</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Di tengah-tengah maraknya kekerasan atas nama agama yang memasung HAM, tensi emosi saya sedikit naik, setelah orat-oret dikit akhirnya jadi. Bahwasannya kaum Gay juga manusia, jadi harus dimanusiakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Di kamar hening, hanya ada dia dan aku. Lampu lima watt menyala samar. Terang tidak gelap pun tidak. Berdua dalam satu selimut tentu hangat. Kita berdua sudah satu rumah selama empat bulan. Semua enak, harmoni, saling pengertian, membina kasih sayang, dan hormat menghormati meskipun beda agama, aku Islam dia Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar pagi menyengatku untuk bangun, jendela kamar terbuka. Kuraba beny di sampingku. "Oh sudah bangun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya. sehabis cuci muka aku menuju ke ruang depan yang terbuka, sambil memandangi taman rumah yang sudah kita rawat selama kira-kira seumur dengan hubungan kita berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pagi" sapaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah bangun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jam berapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Delapan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Panas sekali pagi ini?" sambil melihat koran yang dipegang Beny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyah panas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada berita apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Headline koran ibukota hari ini, tentang aliran agama preman berjubah yang membakar padepokan aliran agama lain". Dia memulai topik sambil menunjuk pada foto pembakaran di koran itu. "Uh parah ya" timpalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Luar negeri?" tanyanya meminta jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, apa beritanya?" jawabku singkat sambil menatap senyum di bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm..aku juga belum baca, kita baca bersama ya!" dia melirik sambil tertawa, merasa ditipu, akupun menimpalinya dengan tawa juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi...kaum gay Amerika" bacanya tertegun sejenak, kemudian melanjutkan "mendapat kebebasan untuk menjalankan perkawinan" dia mengakhiri dengan desahan nafas menatapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sikap Beny, aku langsung teringat janjiku empat bulan lalu bahwa kita akan menikah secepatnya, tapi sampai sekarangpun aku belum bisa memenuhi janji itu. Sudah tiga kali kami maju ke KUA lembaga yang menangani urusan perkawinan, tapi jawabannya sama: "Tidak ada undang-undang buat kaum gay." Malah sebaliknya, seringkali kami mendapat celaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapan mau dibuat undang-undangnya pak?" desakku suatu hari, ketika sudah ketiga kalinya maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai kiamatpun tidak akan pernah ada" suara bapak kepala kantor itu acuh tak acuh, emosiku sempat terpancing. Untung ada Beny segera menenangkanku ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah-udah jangan dipikirin terus, makan yuk, aku sudah masak menu kesukaanmu tuh, keburu dingin" ajakannya mengakhiri kenangan pahitku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok honey, biar belum nikah, aku sayang kamu" kukecup kening Beny, sambil menuju ruang makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis makan, dia sudah menungguku di halaman depan, sambil menenteng tas yang akan kubawa ke kantor. sebelum aku pergi, aku selalu mencium dahinya, dan dia mencium pipiku. Hati-hati sayang, jangan lupa aku selalu menunggumu di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di separuh perjalanan, hpku berbunyi. Kulihat dari Beny. "Ada apa sayang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan lupa nanti sore jadwalku ke gereja dan i love you too" singkatnya, HP tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan dia. Kami berdua memang gay, aku suami dan dia istri. Orang bilang punya kelainan sex. Tapi bukankah setiap orang butuh kepuasaan dalam hidupnya? Bagaimana kalau aku dan Beny puas dengan hubungan gay? Salahkah? Kalau memang salah, siapa yang patut disalahkan? Bagaimana kalau ini memang takdir kita berdua sebagai pasangan gay?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buatku, semuah sah-sah saja selama itu tidak mengganggu lingkungan sekitar, masyarakat di daerah sini memahami hubungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di suatu pagi, ketika seperti biasa kami melangsungkan kehidupan. Aku mendengar ketukan pintu depan dari kamar mandi. Beny menyambutnya. Suara laki-laki dan kerumunan orang aku dengar menanyakanku apakah aku ada di rumah. Kudengar suara Beny dengan kegagapan menjawab dengan keiyaan, aku ada di rumah. Beny mempersilahkan mereka, tapi mereka berteriak takbir, ada juga yang berteriak "bakar aja!". Seketika beny kemudian mengetuk pintu kamar mandi, mengabarkanku tentang kedatangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keluar. Puluhan orang tak kukenal sudah menungguku di depan rumah dengan pandangan sinis. Beny ketakutan, aku menenangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh kami bertanya, ada apa ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dari mereka maju, jenggot panjang, udel biru di kepalanya dan jubah putihnya mengingatkanku pada foto pembakaran di koran beberapa hari yang lalu itu "oh preman berjubah" kagetku, dia menghampiri. Aku pikir, dialah pimpinannya. Mata kami bertemu, bertatap tajam. Kemudian dia melempar pandangan ke arah belakang, berteriak takbir. Teriakan itu disambut dengan sorak takbir pula. Aku berusaha tenang menghadapi orang-orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin anda bisa jelaskan, atas keperluan apa anda sekalian kemari? Atau marilah kita duduk dulu" ucapku dengan pelan. Sedangkan Beny terus gemetar, dia tetap berada di belakangku. tangannya erat memegang lenganku "tenang" bisikku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda berdua harus tahu, di sini bukan Eropa ataupun Amerika" suaranya merendah menatap mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk sambil menerka apa yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sini daerah mayoritas muslim!!! Kalau anda gay bukan di sini tempatnya" suaranya keras sambil mengangkat tangan ke arah belakang, di sambut sorak ramai "setuju!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saudara-saudara, tunggu!" teriakku spontan. "apakah kalian lupa, bahwa kami berdua juga manusia, butuh hidup, butuh kepuasan, butuh..yah...layaknya manusia biasa seperti kalian" kutelan ludahku, berharap mereka mengerti. "Tapi, kami berdua memang diberi yang berbeda dari kalian, tolong saudara-saudara sekalian mengerti, kalau memang dari hukum agama dilarang, tolong lihat kami sebagai sesama manusia! kalau memang anda menginginkan kami pindah, baik kami akan pergi, tapi tolong manusiakanlah kami, jangan main kasar" aku menutup kalimat dengan menepuk ke sisi dada mengharap pengertian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak bisa, bakar saja!!!" celutuk satu dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksiat pada Allah, rajam saja!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan tanggung bunuh saja!!!" suara mereka semakin bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beny semakin keras mengepal takut pada lenganku. Sedangkan aku sendiri mendengar teriakan itu seperti gongongan gerombolan anjing yang siap menerkam kapan saja. Mataku yang telanjang merasa ketakutan melihat tubuhnya yang penuh bulu berubah menjadi anjing. Tangannya nampak mengeluarkan cakar, tajam. Sedangkan kepalanya lonjor keras, seolah-olah lebih keras dari otak ummat nabi luth sendiri. Kuusap mataku, tapi tidak berubah. Mereka tetaplah gerombolan anjing yang siap mencabik-cabik kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok mereka berubah?" batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang beberapa menit terdengar suara truk datang dari sebelah kanan dan kiri jalan rumahku, suaranya seperti gerombolan di depanku ini, tapi yang ini ratusan. Aku semakin bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah saatnya, bakar saja" mereka bersorak sambil melempar apa yang mereka bawa, dari atas truk, ratusan orang dengan pakaian dan teriakan yang sama turun bergabung menyalakan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tarik Beny keluar dengan susah payah dan banyak luka, menyelamatkan diri dari amukan orang berjubah yang semakin lama semakin semangat menjarahi dan membakar rumah. Seolah-olah dengan membakar rumah kami, mereka akan masuk surga. Seolah-olah dengan membakar mobil kami mereka akan berjasa merubah ketidak normalan kaum gay seperti kami. Seolah-olah dengan semua itu, mereka akan disayang tuhan dan mendapat pahalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, aku hanya menunggu. Sedangkan Beny menangis sekencang-kencangnya. Masyarakat hanya bengong melihat semua itu terjadi. Pak RT mengamankan kami berdua dari bidikan gerombolan itu di rumahnya. Ingatan apa yang mereka perbuat masih jelas, ada semacam trauma di kepalaku. Aku mencoba menenangkan Beny "sudahlah yang penting kita selamat ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenang dik, yang penting adik berdua selamat, minum dulu" tutur pak RT sambil menyuguhkan air putih dengan nafas tak teratur. "Mereka sebenarnya syetan yang selalu membawa-bawa nama tuhan, preman berjubah" lanjut pak RT, akupun masih terdiam dan Beny masih mengusap matanya yang basah. "Maaf saya tidak bisa melindungi rumah kalian, percuma ngomong sama mereka, otaknya keras" pak RT menyudahi kalimatnya dengan melihat bumbungan asap berasal dari rumah kami melalui kaca jendela kecil. Dari jendela itu juga aku melihat bumbungan asap itu bukanlah surga yang mereka harapkan tapi neraka, bukanlah pahala yang mereka akan terima tapi sebuah dusta atas agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam versi apa ini?" celutuk pak RT masih bengong menatap bumbungan asap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4550530515078857060-3697817387178443412?l=ibnunegara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnunegara.blogspot.com/feeds/3697817387178443412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4550530515078857060&amp;postID=3697817387178443412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/3697817387178443412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4550530515078857060/posts/default/3697817387178443412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnunegara.blogspot.com/2008/10/gay.html' title='Gay*'/><author><name>Ibnu Kusuma Negara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06213947323268594383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V0o3h6iRqtc/Sc8JPNElmqI/AAAAAAAAABU/tIuK3HEHmHE/S220/DSC01000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
